Update Bencana Deli Serdang: Longsor dan Banjir Belum Surut Sepenuhnya

5 hours ago 1

RAKYAT MERDEKA — Bencana besar yang saat ini tengah melanda Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masih menyisakan dampak berat bagi warga hingga akhir November 2025. Ribuan rumah terendam, wilayah terisolir, serta belasan korban jiwa memperlihatkan betapa luasnya skala kerusakan akibat banjir dan longsor tersebut.

BPBD Deli Serdang melaporkan kondisi terbaru hingga 30 November 2025. Sebanyak 40.094 rumah terendam, memengaruhi 64.626 kepala keluarga atau 207.441 jiwa. Selain itu, 16 korban meninggal dunia tercatat dalam bencana ini, sementara 2.609 hektare lahan turut terendam.

Wilayah yang terdampak mencakup 12 kecamatan, di antaranya Namorambe, Hamparan Perak, Delitua, Tanjung Morawa, Galang, Percut Sei Tuan, Patumbak, Sunggal, Bangun Purba, Batang Kuis, Lubuk Pakan, dan Beringin.

BPBD menyebutkan kondisi perlahan membaik, walaupun 29 desa di lima kecamatan masih terendam dan delapan desa di empat kecamatan masih terdampak longsor.

Akses Terputus, Warga Kesulitan Mobilitas

Plt Kepala Kominfostan Deli Serdang, Anwar Sadat Siregar, menjelaskan bahwa tim terus membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Proses pembersihan jalan desa dilakukan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dan bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan.

Beberapa wilayah juga masih menyisakan genangan dengan tinggi air beragam. Di Tanjung Morawa, misalnya, Desa Punden Rejo masih tergenang setinggi 20–65 sentimeter, sedangkan Desa Tanjung Baru berkisar 15–25 sentimeter.

Di Kecamatan Hamparan Perak, delapan desa masih dikepung banjir, seperti Kota Rantang, Paluh Kurau, Paya Bakung, Desa Lama, Sei Baharu, Hamparan Perak, Paluh Manan, dan Kota Datar, dengan ketinggian air 10–150 sentimeter.

Beberapa jembatan juga terputus, termasuk di Paya Bakung, sehingga akses masyarakat semakin terbatas.

Kondisi yang sama juga terjadi di Percut Sei Tuan, Batang Kuis, Patumbak, dan Pantai Labu. Di Batang Kuis, dari 11 desa hanya satu wilayah yang sudah surut, sementara 10 lainnya masih terendam. Dampaknya meluas ke fasilitas umum seperti 11 sekolah, dua rumah ibadah, dan kantor desa.

Dampak Longsor: Jalan Tertimbun hingga Akses Terisolir

Material longsor masih menutup akses desa di sejumlah kecamatan. Di Percut Sei Tuan, longsor merusak jembatan yang menghubungkan Dusun I, I-A, dan II-A.

Di Kecamatan Bangun Purba, longsor menimbun jalan penghubung menuju Kecamatan STM Hulu sepanjang 5 meter dengan ketinggian material mencapai 2 meter.

Sementara itu, di Sibolangit, lima desa masih terganggu aksesnya akibat longsor yang menutup jalur utama warga. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Biru-Biru, tepatnya di Desa Sarilaba Jahe dan Penen.

Pemerintah dan Aparat Terus Percepat Penanganan

Dinas SDABMBK bersama BPBD dan aparat terkait terus bekerja untuk membuka akses, mempercepat aliran bantuan, dan memastikan wilayah yang masih terisolir bisa mendapatkan dukungan logistik. Upaya pembersihan material juga dilakukan secara berlapis dengan melibatkan alat berat.

Dengan kondisi yang masih berubah-ubah, pemerintah daerah meminta masyarakat tetap waspada, terutama pada wilayah yang berpotensi banjir susulan maupun pergerakan tanah.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |