RAKYAT MERDEKA — Sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Presiden Masoud Pezeshkian, terlihat ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa yang mendukung pemerintah di Teheran, Senin (12/1). Kehadiran mereka menjadi sorotan di tengah situasi politik Iran yang sedang bergejolak.
Dalam siaran televisi nasional Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Araghchi tampak berdiri di tengah lautan massa sambil menyerukan dukungan publik terhadap pemerintah. Ia meminta rakyat tetap solid dan tidak meninggalkan ruang publik.
“Rakyat Iran harus tetap hadir dan kuat. Kehadiran kalian memberi kami kekuatan,” ujar Araghchi di hadapan para demonstran, seperti melansir dari laporan CNN.
Presiden Pezeshkian Tunjukkan Sikap Terbuka
Dalam rekaman yang sama, Presiden Masoud Pezeshkian juga terlihat berjalan di tengah kerumunan dengan pengawalan ketat. Ia beberapa kali melambaikan tangan kepada massa sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, Pezeshkian menyampaikan bahwa pemerintahannya siap mendengarkan aspirasi rakyat. Ia menegaskan bahwa dialog tetap menjadi jalur utama dalam menghadapi ketegangan yang terjadi di dalam negeri.
Aksi pro-pemerintah ini diikuti puluhan ribu orang dan digelar sebagai respons terhadap gelombang demonstrasi sebelumnya yang menuntut perubahan rezim. Massa bergerak menuju Lapangan Enghelab di Teheran sambil meneriakkan slogan bernada anti-Amerika Serikat dan anti-Israel.
Demonstrasi serupa juga berlangsung di sejumlah kota lain, seperti Kerman, Zahedan, dan Birjand. Pemerintah Iran menilai aksi anti-rezim sebelumnya telah dipengaruhi oleh campur tangan pihak asing, khususnya Amerika Serikat dan Israel.
Gelombang Protes Sejak Akhir Desember
Iran telah dilanda demonstrasi besar sejak 28 Desember lalu. Aksi tersebut awalnya dipicu oleh tekanan ekonomi, namun kemudian berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas.
Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan lebih dari 500 orang tewas sejak demonstrasi pecah. Selain itu, lebih dari 10.000 orang dilaporkan ditangkap dalam bentrokan antara aparat keamanan dan massa.
Situasi kian memanas setelah sejumlah demonstran merusak dan membakar fasilitas publik, termasuk gedung pemerintahan dan tempat ibadah.
Amerika Serikat dan Israel secara terbuka menyatakan dukungan terhadap demonstran anti-rezim. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan kesiapannya membantu rakyat Iran, termasuk kemungkinan tindakan militer.
Pemerintah Iran menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk intervensi asing yang memperkeruh kondisi domestik negara tersebut.

22 hours ago
6













































