Anak Politikus PKS Tewas, Polisi Tangkap Pelaku

1 day ago 7

RAKYAT MERDEKA — Kasus tewasnya anak dari politikus PKS Maman Suherman yang berusia 9 tahun akhirnya menemukan titik terang. Kepolisian Daerah Banten memastikan telah menangkap seorang pria yang diduga kuat terlibat dalam pembunuhan tragis tersebut, yang terjadi di Cilegon pada pertengahan Desember 2025.

Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dengan kondisi mengenaskan. Hal ini pun memicu duka mendalam sekaligus perhatian luas dari publik.

Awal Peristiwa

Peristiwa ini bermula ketika Maman Suherman menerima panggilan telepon dari anak keduanya, berinisial D. Dalam kondisi panik, D meminta pertolongan dan menyampaikan bahwa adiknya berada dalam keadaan darurat.

Mendengar kabar tersebut, Maman segera meninggalkan tempat kerjanya di kawasan Ciwandan dan bergegas pulang ke rumah. Setibanya di lokasi, ia mendapati korban dalam posisi tengkurap dengan luka serius serta pendarahan hebat.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon, menggunakan kendaraan pribadi. Namun setelah pemeriksaan medis dilakukan, pihak rumah sakit menyatakan nyawa korban tidak tertolong.

Terduga Pelaku Spesialis Pencurian Rumah Mewah

Polisi mengamankan seorang pria berinisial HA (31) yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyebut HA merupakan residivis spesialis pencurian dengan pemberatan yang kerap menyasar rumah-rumah mewah.

Menurut Hengki, pelaku terbiasa mengincar rumah kosong dengan tingkat keamanan minim. Penangkapan HA dilakukan saat ia diduga hendak melakukan aksi pencurian di rumah mantan anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri, pada Jumat (3/1).

HA diketahui bekerja sebagai karyawan swasta dan berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Ia tinggal di kawasan Perumahan Bumi Rakata, Cilegon.

Hingga saat ini, kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut. Kapolda Banten menyatakan belum dapat memastikan keterlibatan pihak lain dan meminta publik menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Korban Alami Belasan Luka

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban ditemukan bersimbah darah di lantai satu rumahnya pada 16 Desember 2025. Polisi mencatat terdapat 19 luka di tubuh korban yang disebabkan oleh senjata tajam dan benda tumpul.

Temuan ini menguatkan dugaan bahwa korban mengalami kekerasan berat sebelum meninggal dunia.

Dalam proses penyelidikan, aparat menghadapi sejumlah hambatan. Salah satunya adalah kamera CCTV di rumah korban yang sudah tidak berfungsi sejak 2023. Selain itu, tidak terdapat petugas keamanan di lingkungan perumahan tersebut.

Meski demikian, penyidik terus melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi. Hingga kini, sebanyak 18 orang telah dimintai keterangan, termasuk anggota keluarga dan warga sekitar.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |