Program Sekolah Rakyat Dikebut, Fokus Anak Miskin dan Rentan

5 hours ago 4

RAKYAT MERDEKA — Pemerintah terus mempercepat program pendidikan inklusif melalui pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menargetkan sebanyak 97 gedung permanen Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada Juli 2026.

Target tersebut disampaikan saat meninjau langsung progres pembangunan di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur. Ia menegaskan proyek ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan.

Saat ini, pembangunan puluhan sekolah tersebut tengah dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum di berbagai wilayah Indonesia. Dari total 97 lokasi, sebanyak 67 titik ditargetkan selesai sesuai jadwal.

Sementara itu, lokasi yang belum sepenuhnya rampung tetap direncanakan dapat difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar secara bertahap. Langkah ini dilakukan agar program pendidikan tetap berjalan tanpa harus menunggu seluruh pembangunan selesai 100 persen.

Fasilitas Lengkap untuk 1.000 Siswa

Setiap gedung Sekolah Rakyat dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pemerintah tidak hanya membangun ruang kelas, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang memadai.

Fasilitas tersebut meliputi:

  • Asrama siswa
  • Perpustakaan
  • Laboratorium
  • Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
  • Sarana kegiatan ekstrakurikuler

Dengan fasilitas yang lengkap, Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan lingkungan belajar yang layak sekaligus mendukung perkembangan akademik dan non-akademik siswa.

Fokus pada Anak Kurang Mampu dan Rentan Putus Sekolah

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang telah putus sekolah atau berisiko tidak melanjutkan pendidikan.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara umum. Pemerintah memakai metode penjangkauan langsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran pada siswa yang benar-benar membutuhkan.

Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen. Jika target pembangunan mencapai sekitar 500 sekolah, maka program ini diperkirakan mampu menampung lebih dari 500.000 siswa di seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga berperan penting dalam mendukung percepatan program ini, salah satunya melalui penyediaan lahan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan sekolah.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |