Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia

3 hours ago 1

RAKYAT MERDEKA — Sebanyak 22 warga negara Indonesia akhirnya berhasil kembali ke Tanah Air setelah dievakuasi dari Iran di tengah meningkatnya konflik di kawasan tersebut. Rombongan pertama WNI itu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (10/3) dengan menggunakan penerbangan Turkish Airlines.

Mayoritas dari warga yang dipulangkan merupakan pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Iran. Selain itu, terdapat pula beberapa WNI yang bekerja di negara tersebut dan memilih kembali ke Indonesia karena situasi keamanan yang semakin tidak menentu.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa kedatangan 22 WNI tersebut merupakan bagian dari gelombang pertama proses repatriasi warga Indonesia dari Iran.

“Hari ini gelombang pertama ada 22 WNI yang tiba di Indonesia. Besok ada 10 orang lagi pada gelombang kedua yang dijadwalkan tiba di Tanah Air,” kata Sugiono kepada awak media di Bandara Soekarno-Hatta.

Evakuasi WNI Masih Berpotensi Bertambah

Pemerintah Indonesia memperkirakan jumlah WNI yang akan dipulangkan dari Iran masih bisa bertambah. Hal ini bergantung pada keputusan warga Indonesia yang berada di sana apakah ingin mengikuti proses repatriasi atau tetap tinggal.

Menurut Sugiono, pemerintah melalui perwakilan diplomatik di Iran akan terus memfasilitasi pemulangan warga negara Indonesia yang ingin kembali ke Tanah Air.

“Jika ada warga Indonesia yang ingin direpatriasi, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran akan segera memproses dan memfasilitasinya,” ujarnya.

Sugiono menjelaskan bahwa proses pemulangan WNI dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor penting. Pemerintah harus memastikan jalur evakuasi aman sebelum memindahkan warga dari wilayah konflik.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan antara lain kondisi keamanan di lapangan, kebijakan otoritas setempat, jalur transportasi yang tersedia, hingga ketersediaan wilayah udara yang aman untuk penerbangan internasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu kelancaran proses evakuasi tersebut.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu proses evakuasi, termasuk koordinasi di jalur darat hingga para WNI dapat tiba di Indonesia dengan selamat,” kata Sugiono.

Cerita WNI Saat Evakuasi dari Teheran

Salah satu WNI yang ikut dalam proses evakuasi, Zulfan Linden, menceritakan situasi menegangkan yang dialaminya ketika berada di gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran.

Ia mengungkapkan bahwa dua hari sebelum keberangkatan, pihak KBRI mengirimkan undangan kepada warga Indonesia yang ingin dievakuasi agar mengisi formulir pendaftaran.

“Kami menerima undangan dari KBRI Teheran untuk yang siap dievakuasi agar mengisi formulir. Dari banyak orang, akhirnya ada 22 orang yang langsung berangkat,” ujarnya.

Zulfan juga menggambarkan situasi saat rudal-rudal milik Amerika Serikat dan Israel melintas di langit Teheran.

Menurutnya, beberapa rudal bahkan meledak tidak jauh dari lokasi KBRI sehingga menyebabkan kaca-kaca gedung bergetar. Demi keselamatan, mereka langsung diarahkan menuju ruang bawah tanah atau basement.

Rute Evakuasi Melalui Azerbaijan

Setelah meninggalkan Teheran, rombongan WNI tersebut kemudian dibawa menuju wilayah perbatasan Iran. Mereka melanjutkan perjalanan melalui jalur darat hingga mencapai Baku di Azerbaijan.

Setibanya di sana, para WNI sempat ditempatkan sementara di sebuah hotel sebelum melanjutkan perjalanan udara menuju Indonesia.

Meski konflik terjadi, Zulfan menyebut kehidupan sebagian masyarakat di Iran tetap berjalan seperti biasa. Namun, suasana berubah setelah kabar meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Ia mengatakan banyak warga Iran turun ke jalan untuk mengecam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap pemimpin mereka.

Ratusan hingga ribuan orang dilaporkan melakukan aksi protes di berbagai wilayah sebagai bentuk kemarahan atas serangan tersebut.

Sementara itu, pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi di Iran dan memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang masih berada di negara tersebut.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |