Hengkang dari Tanjungpinang, Kebijakan Garuda Indonesia Disorot Keras Pemprov Kepri

6 days ago 22
Garuda Indonesia di Bandara Tanjungpinang

Menit.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyoroti secara serius rencana penarikan operasional yang dilakukan oleh maskapai BUMN, Garuda Indonesia, dari Bandara RHF Tanjungpinang mulai Februari 2026 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kepri, Hasan, menilai bahwa keputusan ini berpotensi mempersulit aksesibilitas bagi para wisatawan yang hendak menuju Ibu Kota Provinsi Kepri tersebut.

Hasan menyampaikan bahwa keberadaan maskapai penerbangan nasional ini bukan sekadar alat transportasi udara biasa, melainkan merupakan barometer performa suatu daerah.

Ia khawatir, hengkangnya Garuda Indonesia akan memberikan dampak negatif, terutama terhadap sektor pariwisata dan minat para calon investor yang biasanya menggunakan layanan maskapai ini.

“Hengkangnya Garuda berdampak pada pariwisata. Investor biasanya menggunakan layanan mereka,” ujar Hasan kepada hariankepri.com, baru-baru ini.

Untuk mengantisipasi terganggunya konektivitas udara, Pemerintah Provinsi Kepri menyatakan telah menyiapkan solusi cepat agar mobilitas tetap berjalan normal.

Hasan memastikan bahwa Citilink akan siap mengambil alih peran utama tersebut dengan melayani rute Jakarta-Tanjungpinang setiap hari.

Selain itu, Pemprov juga mengusulkan penambahan jadwal terbang kepada maskapai lain sebagai langkah antisipasi tambahan.

Strategi ini dinilai krusial untuk mendukung mobilitas tamu dan delegasi selama agenda besar berlangsung di Kota Tanjungpinang.

Pasalnya, kota ini memiliki dua agenda pariwisata berskala internasional yang akan digelar pada April dan November 2026 mendatang.

Di sisi lain, Hasan mengungkapkan rasa herannya mendengar rencana penghentian operasional Garuda Indonesia tersebut, mengingat potensi bisnis di rute ini dinilai masih sangat menjanjikan.

Secara data bisnis, ia mengklaim bahwa maskapai ini justru mencatatkan performa yang positif selama melayani Bandara RHF Tanjungpinang.

“Secara bisnis, Garuda Indonesia mencatatkan performa positif di Bandara RHF Tanjungpinang. Keterisian penumpang stabil sebesar 70 persen dengan total 310 orang pulang-pergi setiap hari,” jelas Hasan.

Menghadapi situasi ini, Gubernur Kepri dikabankan telah mengirimkan surat resmi kepada jajaran manajemen Garuda Indonesia.

Surat tersebut berisi permohonan agar pihak manajemen mempertimbangkan kembali rencana penarikan layanan tersebut.

Pemerintah daerah berharap besar agar maskapai tersebut tetap beroperasi, mengingat tingkat okupansi penumpang yang ada sudah dinilai sangat mencukupi dari sisi kebutuhan bisnis.

“Kami berharap mereka tetap beroperasi karena tingkat okupansi sudah sangat mencukupi kebutuhan bisnis,” tutup Hasan.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |