Jelang Ramadhan 2026, Walikota Dumai H Paisal Tunda Relokasi PKL Dua Bulan, Pedagang Lega

11 hours ago 3
Walikota Dumai H Paisal Tunda Relokasi PKL Dua Bulan

Menit.co.id – Kebijakan bijak yang ditunjukkan Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS, mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari para pedagang kaki lima (PKL).

Keputusan pemerintah kota untuk menunda proses relokasi hingga dua bulan ke depan menjadi angin segar yang membawa kebahagiaan bagi pelaku usaha kecil.

Kekhawatiran para pedagang akan kehilangan pendapatan, terutama menghadapi momentum berharga bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Lebaran, akhirnya teratasi dengan penundaan ini.

Peran Pemerintah Daerah sebagai fasilitator dan pemberi solusi benar-benar sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pada kali ini.

Hal tersebut tertuang dalam hasil Rapat Lanjutan Penataan Lokasi Pedagang UMKM di sisi Jalan Sultan Syarief Kasim dan Jalan Sudirman menuju Jalan HR Soebrantas.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Walikota Dumai di Ruang Rapat Wan Dahlan Ibrahim, Jumat (6/2/2026) siang, itu akhirnya memutuskan untuk menunda perpindahan para pedagang selama dua bulan.

Penundaan ini dilakukan seiring dengan persiapan kelengkapan infrastruktur pendukung di lokasi baru yang akan dituju, mulai dari pembangunan lapak, akses jalan, hingga ketersediaan fasilitas umum lainnya.

“Terimakasih Pak Wali, kami mendoakan Pak Paisal selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah yang diemban. Keputusan Pak Wali ini sangat membahagiakan hati kami. Sejak awal kami punya keyakinan, Pak Wali ini orangnya sangat peduli dengan pedagang kecil. Hari ini beliau membuktikan itu semua,” ujar Ina, seorang pedagang gorengan, dengan penuh rasa haru pada Jumat (6/2/2026).

Sementara itu, Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS, dalam arahannya saat memimpin rapat menegaskan bahwa penataan kota yang dilakukan pemerintah wajib mempertimbangkan kelangsungan usaha para pedagang kecil.

Selain itu, ia menyoroti bahwa penataan PKL bukan sekadar aktivitas memindahkan lokasi, melainkan bagian dari visi besar untuk mempercantik Dumai sebagai kota jasa dan perdagangan yang layak dan nyaman dikunjungi.

“Kita ingin pedagang tetap bisa berusaha, tapi kota juga harus tertata. Karena itu kita siapkan satu kawasan khusus di Soebrantas yang bisa menampung sekitar 900 pedagang, lengkap dengan fasilitas pendukungnya,” tegas Paisal.

Rencananya, kawasan yang akan dimaksimalkan mencakup halaman Kantor BPBD, Damkar, Dinas Perhubungan, Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga area Masjid Habiburrahman Dumai Islamic Centre.

Selain itu, kawasan Taman Bukit Gelanggang dan arena permainan anak juga akan ditata ulang untuk mempercantik sisi kiri dan kanan Jalan Soebrantas sehingga menjelma menjadi ruang publik yang lebih hidup dan tertib.

Dalam masa transisi ini, Pemerintah Kota (Pemko) juga akan mengoptimalkan lahan kantor pemerintahan yang berada di sepanjang Jalan Sudirman dan Sultan Syarief Kasim sebagai titik penataan sementara.

Langkah ini diambil agar para pedagang tetap memiliki ruang usaha tanpa mengganggu ketertiban lalu lintas di jalan utama.

Paisal menambahkan bahwa seluruh kebijakan ini akan disosialisasikan secara menyeluruh terlebih dahulu kepada masyarakat dan para pedagang.

Hal ini penting dilakukan agar proses penataan dapat berjalan kondusif tanpa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

“Kalau kota tertata rapi, orang datang akan nyaman. Ke depan kita tambah destinasi dan pusat aktivitas baru. Dumai harus jadi kota yang bersih, tertib, dan membanggakan,” papar Walikota H Paisal, menutup penjelasannya.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |