Mattia Pasini Beri Peringatan untuk Debutan MotoGP Toprak Razgatlioglu

18 hours ago 4
Mattia Pasini dan Toprak Razgatlioglu

Menit.co.id – Mattia Pasini, mantan pembalap reguler Moto2, memberikan peringatan tegas untuk Toprak Razgatlioglu yang baru menjalani debutnya di MotoGP 2026. Pasini menegaskan bahwa meskipun Razgatlioglu memiliki bakat luar biasa, adaptasi di kelas primer bukanlah perkara mudah.

Menurut Mattia Pasini, juara WorldSBK asal Turkiye itu memiliki gaya berkendara yang hampir setara akrobat, menunjukkan kelincahan dan keberanian luar biasa di lintasan. Namun, Pasini mencatat bahwa Razgatlioglu menghadapi tantangan nyata saat mengikuti tes pramusim MotoGP 2026 di Sepang awal Februari lalu.

Meski catatan waktunya meningkat secara bertahap, Razgatlioglu belum mampu menembus posisi 10 besar di tes tersebut. “Saya setuju, Toprak memiliki bakat yang luar biasa. Cara berkendaranya bahkan sudah setara akrobat,” ungkap Pasini, dilansir Juara.net dari Motosan.

Pasini menambahkan, “Satu hal yang membuat saya terkesima ialah dia menghadirkan nuansa seperti seekor anjing gila, haus akan kemenangan. Tapi hal itu seperti pisau bermata dua.” Ia menilai pengalaman baru ini menuntut Razgatlioglu untuk memahami lintasan dan kemampuan dirinya sendiri.

Lebih jauh, Mattia Pasini menekankan bahwa tantangan yang menunggu pembalap debutan di MotoGP jauh berbeda dari Superbike. “Tidak banyak orang bisa tampil solid setelah pindah dari Superbike ke MotoGP. Levelnya sangat tinggi, baik pembalap maupun motor. Kedua dunia ini berbeda,” jelasnya.

Pasini juga menekankan pentingnya strategi sejak sesi latihan bebas. Kesalahan di FP1 bisa merugikan seluruh seri, dan pendekatan yang salah akan membuat pembalap kesulitan, terutama bagi yang baru datang dari luar seperti Razgatlioglu.

Di akhir komentarnya, Mattia Pasini memberikan pesan penting bagi Razgatlioglu: tetap membumi dan sabar menghadapi proses adaptasi. “Dia datang ke MotoGP seperti sosok yang bisa membolak-balikkan keadaan, tapi ini bukan hal mudah. Harus tetap membumi karena semua butuh waktu panjang,” tegas Pasini.

Ia menambahkan, pengalaman tes pramusim sudah menjadi pelajaran nyata bahwa ekspektasi terlalu tinggi tanpa adaptasi bisa berakhir mengecewakan. Pesan Pasini jelas: keberanian dan bakat saja tidak cukup tanpa kesabaran dan pemahaman proses.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |