Menit.co.id – Barcelona mendapat pukulan telak dalam leg pertama semifinal Copa del Rey setelah tumbang 0-4 di kandang Atlético Madrid, Kamis (12/2/2026).
Pelatih Hansi Flick mengkritik keras kinerja Video Assistant Referee (VAR), menilai prosesnya lambat, membingungkan, dan mengganggu ritme permainan timnya.
Dalam konferensi pers pasca-laga, Hansi Flick menyoroti performa Barcelona yang jauh di bawah standar, terutama pada babak pertama.
Menurutnya, jarak antar lini terlalu lebar, sistem pressing gagal dijalankan, dan tim tidak bermain sebagai satu kesatuan.
“Kami tidak bermain baik di babak pertama, kami tidak bermain sebagai tim. Jarak antara mereka dan kami sangat besar. Kami tidak melakukan tekanan. Dalam 45 menit pertama, kami mendapatkan pelajaran besar,” kata Flick, dikutip dari Marca.
Barcelona menjadi bulan-bulanan Atletico Madrid di babak pertama. Empat gol tercipta melalui gol bunuh diri Eric Garcia, serta gol Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez. Kekalahan ini menempatkan Blaugrana dalam posisi sulit untuk leg kedua.
Selain mengevaluasi aspek teknis, Hansi Flick menyoroti keputusan wasit yang menurutnya kurang tegas sejak awal laga.
Ia mencontohkan tidak diberikannya kartu kuning pada pelanggaran terhadap Alejandro Balde, yang memicu agresivitas lawan.
Namun, sorotan utama Flick tertuju pada proses VAR yang dinilainya kacau dan memakan waktu terlalu lama.
Puncak kekesalan Hansi Flick terjadi saat gol Pau Cubarsi pada menit ke-52 dianulir setelah peninjauan VAR selama sekitar delapan menit.
“Ini berantakan. Mereka harus menunggu tujuh menit, ayolah. Mereka menemukan sesuatu dalam tujuh menit itu? Baiklah. Saat saya melihat situasi tersebut, jelas tidak ada offside. Mungkin mereka melihat sesuatu yang berbeda, maka beritahu kami. Tidak ada komunikasi. Sangat buruk di sini,” tegas Flick.
Komite Wasit menjelaskan bahwa penundaan disebabkan kepadatan pemain di area penalti, sehingga sistem offside otomatis (SAOT) tidak bisa bekerja.
Garis offside akhirnya digambar manual untuk menentukan keputusan akhir. Namun, penjelasan ini tidak meredakan kekecewaan Hansi Flick, yang menegaskan perlunya perbaikan segera dalam penggunaan VAR di laga-laga penting.
Kritik Hansi Flick menambah tekanan bagi otoritas wasit menjelang leg kedua, sementara Barcelona harus segera memperbaiki performa jika ingin membalikkan keadaan di semifinal Copa del Rey.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

3 hours ago
2

















































