Menit.co.id – Samsung Electronics kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin industri display global.
Dalam ajang Integrated Systems Europe (ISE) 2026 di Barcelona, perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu resmi memperkenalkan Samsung Spatial Signage, inovasi digital signage 3D tanpa kacamata yang ditujukan untuk menghadirkan pengalaman visual lebih imersif di sektor komersial.
Peluncuran global tersebut diawali dengan hadirnya Samsung Spatial Signage berukuran 85 inci yang kini telah tersedia di pasar internasional.
Produk ini menjadi tonggak penting bagi Samsung dalam memperluas adopsi teknologi visual imersif ke berbagai sektor bisnis dengan kebutuhan tampilan berdampak tinggi.
Samsung menyasar penggunaan di area ritel premium, museum, ruang pameran, hingga industri hiburan.
Kehadiran digital signage 3D ini dinilai mampu meningkatkan daya tarik visual sekaligus memperkuat interaksi antara brand dan audiens di ruang publik.
Menurut Samsung, integrasi antara layar dan konten kini menjadi faktor krusial dalam strategi komunikasi bisnis modern. Karena itu, teknologi 3D tanpa kacamata ini dipadukan dengan kapabilitas kecerdasan buatan berbasis Samsung VXT.
Kombinasi tersebut memungkinkan pelaku bisnis menciptakan konten visual yang lebih kontekstual, menarik, dan mudah dikelola secara terpusat.
Samsung Spatial Signage menjadi salah satu inovasi yang paling menyita perhatian pengunjung ISE 2026. Mengusung teknologi 3D Plate yang telah dipatenkan, layar ini mampu menciptakan ilusi kedalaman ruang di balik panel LCD, tanpa mengorbankan kualitas tampilan dua dimensi.
Hasilnya, visual digital signage 3D yang dihadirkan tampak alami, tajam, dan nyaman dilihat tanpa memerlukan perangkat tambahan seperti kacamata khusus. Teknologi ini membuka peluang baru dalam penyajian konten promosi dan informasi di ruang komersial.
Varian 85 inci hadir dengan resolusi 4K UHD (2160 x 3840) dan format potret 9:16. Desain ini memungkinkan konten dinikmati dari berbagai sudut pandang hingga 360 derajat, sehingga ideal untuk menampilkan produk secara menyeluruh dalam satu tampilan dinamis.
Pengguna dapat memperlihatkan detail produk dari berbagai sisi—depan, samping, hingga belakang—tanpa harus mengganti layar atau sudut kamera. Kemampuan ini dinilai memberikan nilai tambah signifikan bagi industri ritel dan pameran.
Dari sisi performa visual, Samsung menyematkan Quantum Processor untuk menjaga kualitas gambar tetap optimal.
Teknologi ini mendukung peningkatan resolusi berbasis AI, pemetaan warna 16-bit, serta HDR dinamis guna menghasilkan tampilan yang konsisten di berbagai kondisi pencahayaan.
Panel anti-silau turut disematkan agar visual tetap jelas meski ditempatkan di area dengan pencahayaan ekstrem.
Desain fisik Samsung Spatial Signage juga dibuat ringkas dengan bodi ultra-tipis setebal 52 milimeter dan bobot sekitar 49 kilogram.
Dukungan Slim Fit Wall Mount memungkinkan pemasangan lebih praktis dan rapi, tanpa membutuhkan struktur besar seperti layar komersial konvensional.
Ke depan, Samsung berencana memperluas lini digital signage 3D ini dengan menghadirkan varian ukuran 32 inci dan 55 inci untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan bisnis dan skenario penggunaan.
Tak hanya berfokus pada perangkat keras, Samsung turut memperkenalkan AI Studio, aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dalam platform Samsung VXT.
Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengubah gambar statis menjadi konten video secara otomatis, tanpa memerlukan perangkat lunak tambahan atau keahlian teknis khusus.
Konten yang dihasilkan AI Studio dioptimalkan secara cerdas untuk Spatial Signage, termasuk pengaturan kedalaman visual, detail bayangan, margin tampilan, hingga pengolahan latar belakang. Optimalisasi ini membuat visual 3D tampil lebih seimbang dan realistis di berbagai lingkungan komersial.
Rangkaian inovasi tersebut semakin mengukuhkan reputasi Samsung sebagai pionir teknologi tampilan imersif. Samsung Spatial Signage tercatat meraih CES 2026 Innovation Award untuk kategori Enterprise Tech serta IFA 2025 Innovation Award di kategori Emerging Technology.
Dengan pencapaian ini, Samsung memperlihatkan keseriusannya dalam mendorong adopsi digital signage 3D sebagai standar baru komunikasi visual di dunia bisnis global.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

2 hours ago
1
















































