Menit.co.id – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan integrasi terhadap tiga anak usaha yang bergerak di sektor hilir energi.
Penggabungan tersebut mencakup PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, serta segmen bisnis PT Pertamina International Shipping yang kini dilebur dalam satu subholding downstream.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa integrasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem operasional yang saling terhubung dari hulu hingga hilir, khususnya pada lini pengolahan, distribusi, logistik, dan pemasaran energi.
“Ketika kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran berjalan sebagai satu kesatuan sistem, maka redundansi dapat dihilangkan, layanan menjadi lebih cepat, dan pasokan energi yang andal dapat diwujudkan dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut Simon, pembentukan Subholding Downstream bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat ketahanan pasokan energi nasional, serta mendorong daya saing Pertamina di tengah dinamika industri energi global.
Integrasi tersebut juga memungkinkan koordinasi lintas fungsi berjalan lebih efektif dan proses pengambilan keputusan menjadi lebih responsif.
Dengan sistem yang terintegrasi, investasi di sektor hilir diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Selain itu, transformasi bisnis ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan energi kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Simon menegaskan bahwa proses integrasi tidak akan mengganggu layanan kepada masyarakat, mitra usaha, maupun para pekerja.
Sebaliknya, langkah ini ditujukan untuk memastikan penyediaan energi yang semakin andal dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Target tersebut, lanjut Simon, dapat dicapai melalui penguatan kolaborasi lintas divisi serta penciptaan dampak jangka panjang bagi bangsa dan generasi mendatang, sejalan dengan semangat Energizing Indonesia.
“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, serta persaingan global yang semakin ketat, Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa integrasi bisnis hilir yang berlaku efektif per 1 Februari 2026 merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung agenda Astacita swasembada energi nasional.
“Langkah ini bukan sekadar perubahan struktur organisasi, tetapi penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi,” kata Baron.
Dengan proses bisnis yang semakin efisien dan terintegrasi, Baron menambahkan, Pertamina optimistis mampu menghadirkan layanan energi yang lebih optimal serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan global ke depan.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

2 hours ago
2
















































