Video Viral KKN Lombok, Konten 13 Menit 17 Detik Mahasiswa Bikin Heboh Warganet

18 hours ago 5
Video Viral KKN Lombok

Menit.co.id – Narasi video viral KKN Lombon yang berdurasi 13 menit 17 detik berhasil bikin heboh warganet. Kok bisa? Simak selengkapnya.

Video viral KKN Lombok adalah rekaman video 13 menit 17 detik menampilkan aksi sepasang mahasiswa pria dan wanita bermadu cinta.

Perbuatan yang dilakukan sepasang mahasiswa itu terjadi ketika keduanya sedang menjalankan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok.

Video yang seharusnya tidak beredar, kini tersebar luas dan menjadi konsumsi warganet di berbagai media sosial seperti X dan TikTok.

Konten video yang beredar luas di Lombok Timur, NTB kini menuai kecaman karena adegan tak senonoh dilakukan di tempat tinggal peserta KKN.

Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria dan perempuan yang disebut-sebut merupakan mahasiswa sedang berhubungan layaknya suami istri.

Informasi yang dihimpun, kedua oknum mahasiswa itu melaksanakan KKN di salah satu desa di Kecamatan Lenek, Lombok Timur.

Sejauh ini, lokasi pasti dan waktu kejadian belum diketahui. Kepala desa yang wilayahnya diduga menjadi lokasi mesum ini mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Iptu Arie Kusnandar mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pendalaman.

“Tim Reskrim sudah mulai bergerak untuk mendalami dugaan peristiwa yang beredar tersebut,” ujarnya dikutip dari Radar Lombok.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan keaslian video maupun waktu perekamannya.

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah video tersebut benar dibuat di wilayah Lombok Timur dan apakah ada unsur pelanggaran hukum di dalamnya.

Klarifikasi Resmi Unram Terkait Video Viral Mahasiswa KKN Lombok

Universitas Mataram (Unram) memberikan penjelasan resmi terkait beredarnya video berdurasi 13 menit 17 detik yang dikaitkan dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Lenek, Lombok Timur.

Pihak kampus menegaskan, video tersebut tidak melibatkan mahasiswa Unram sama sekali. Klarifikasi ini disampaikan setelah Pusat Layanan KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memanggil mahasiswa KKN Desa Lenek beserta Dosen Pembimbing Kegiatan, dengan melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).

“Hasil pemeriksaan memastikan video yang beredar tidak ada kaitannya dengan mahasiswa KKN Unram,” demikian keterangan resmi dari kampus, Selasa (10/2).

Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi, menegaskan bahwa rekaman tersebut bukan peristiwa yang terjadi di Lombok maupun di wilayah NTB. Video itu diketahui sudah beredar sejak September 2025 dan tidak terkait dengan institusi kampus.

Seorang mahasiswi yang namanya ikut terseret isu ini secara tegas membantah tudingan yang beredar di media sosial. Ia menyatakan bahwa dirinya bukan sosok dalam video tersebut.

Selain memberikan klarifikasi, Unram juga menyediakan pendampingan psikologis bagi mahasiswa yang terdampak akibat informasi tidak benar ini. Kampus mengimbau masyarakat dan media untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Harapan kami, polemik ini tidak berlanjut dan tidak merugikan mahasiswa maupun reputasi institusi pendidikan,” ujar pihak kampus.

Klarifikasi Unram ini sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam melindungi mahasiswa dari isu hoaks dan menjaga integritas akademik, khususnya di masa KKN yang merupakan bagian penting dari pendidikan pengalaman lapangan.

Kasus ini pun menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa viralnya video tersebut tidak hanya mencoreng nama baik individu yang terlibat, tetapi juga institusi pendidikan serta program KKN yang seharusnya berfokus pada pengabdian masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah warganet mengingatkan agar publik tidak menyebarkan ulang video tersebut. Selain melanggar etika, penyebaran konten asusila juga dapat berujung pada konsekuensi hukum.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat kuat tentang dampak besar media sosial terhadap kehidupan pribadi seseorang.

Sekali sebuah video tersebar, jejak digitalnya sulit dihapus dan dapat berdampak panjang bagi semua pihak yang terlibat.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak ikut menyebarkan konten sensitif, serta menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada pihak berwenang.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |