Menit.co.id – Kabar Traveloka PHK karyawan menjadi sorotan publik setelah perusahaan teknologi perjalanan ini mengonfirmasi adanya pengurangan pegawai sebagai bagian dari strategi penyesuaian organisasi.
Di tengah langkah efisiensi tersebut, Traveloka justru menegaskan tetap membuka peluang kerja baru, terutama bagi tenaga ahli di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan data.
Manajemen Traveloka menyampaikan bahwa kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dilakukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Meski demikian, perusahaan tidak merinci jumlah karyawan yang terdampak maupun divisi yang mengalami perampingan.
“Langkah ini kami ambil sebagai bagian dari upaya memperkuat kapabilitas internal serta pemanfaatan teknologi di masa depan,” ujar juru bicara Traveloka seperti dikutip, Selasa (10/2/2026).
Menurut perusahaan, keputusan Traveloka PHK karyawan bukanlah langkah yang diambil dengan mudah.
Namun, penyesuaian struktur organisasi dinilai perlu agar perusahaan dapat tetap fokus dalam berinvestasi bagi pengguna serta mengembangkan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami tetap melanjutkan proses rekrutmen di sejumlah fungsi strategis, khususnya di bidang AI, data, produk, serta engineering di Indonesia, Singapura, dan Tiongkok,” jelas perwakilan manajemen.
Di sisi lain, Traveloka juga menegaskan bahwa pemindahan kantor pusat perusahaan ke Singapura yang dilakukan pada pertengahan tahun lalu tidak berdampak pada operasional di Indonesia.
Perusahaan memastikan aktivitas bisnis di Tanah Air tetap berjalan normal.
“Tidak ada perubahan dalam operasional kami di Indonesia sejak awal berdiri hingga saat ini. Kami tetap berkomitmen mendukung industri pariwisata nasional melalui kemitraan dengan berbagai pelaku usaha perjalanan, baik skala kecil, menengah, maupun besar,” katanya.
Traveloka menyebutkan bahwa kegiatan operasional di Indonesia saat ini didukung oleh hampir 2.000 karyawan yang bekerja di Traveloka Campus, BSD, Tangerang.
Selain itu, perusahaan masih aktif mencari talenta profesional dengan keahlian khusus sebagai bagian dari strategi mendorong inovasi berkelanjutan.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa isu Traveloka PHK karyawan tidak menghentikan agenda ekspansi dan pengembangan teknologi perusahaan.
Sebagai informasi, Traveloka pertama kali memperkenalkan kantor pusatnya di Traveloka Campus, BSD Green Office Park, Kabupaten Tangerang, pada 2021.
Namun dalam siaran pers terbaru, perusahaan menyatakan bahwa kantor pusat kini berlokasi di Singapura.
Dari sana, Traveloka memperluas penetrasi pasar, termasuk masuk secara penuh ke Jepang dengan menghadirkan solusi perjalanan yang disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan lokal.
Didirikan di Jakarta pada 2012, Traveloka kini melayani sekitar 40 juta pengguna aktif setiap bulan.
Aplikasi Traveloka telah diunduh lebih dari 140 juta kali secara global dan beroperasi di delapan negara, termasuk Jepang.
Langkah efisiensi organisasi yang ditempuh perusahaan disebut sebagai bagian dari transformasi agar tetap kompetitif di tengah dinamika industri teknologi dan pariwisata global.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

3 days ago
6

















































