Konten Resident Evil Requiem Bocor, Capcom dan Kamiya Bereaksi Keras

11 hours ago 6
Resident Evil Requiem

Menit.co.id – Kebocoran konten gim Resident Evil Requiem ramai diperbincangkan di media sosial lebih dari sepekan sebelum peluncuran resminya pada 27 Februari.

Bocoran tersebut menampilkan alur cerita, nasib karakter utama, serta cuplikan gameplay yang seharusnya menjadi kejutan bagi pemain saat rilis.

Penerbit gim asal Jepang, Capcom, langsung menanggapi dengan meminta pemain yang sudah memperoleh salinan awal untuk tidak membagikan spoiler.

Perusahaan juga memperingatkan akan menjatuhkan sanksi hak cipta terhadap pihak yang mengunggah tangkapan layar atau video sebelum tanggal rilis resmi.

Meski ada ancaman tersebut, penyebaran bocoran tetap terjadi di berbagai platform daring dan forum komunitas.

Capcom Tegaskan Sanksi Hak Cipta

Capcom menegaskan bahwa mereka memiliki dasar hukum untuk menindak pengguna yang menyebarkan materi gim sebelum jadwal rilis resmi. Langkah ini dianggap penting untuk melindungi pengalaman pemain sekaligus menjaga nilai komersial produk.

Sebelumnya, Capcom juga mengambil tindakan cepat terhadap penyiar di platform Twitch yang menayangkan versi Resident Evil Requiem lebih awal pada 16 Februari. Kebocoran sebelum peluncuran resmi memang menjadi tantangan besar bagi industri gim global, terutama saat distribusi salinan fisik memungkinkan pemain memperoleh gim lebih awal.

Eks Direktur Resident Evil Kecam Penyebar Bocoran

Reaksi keras juga datang dari mantan sutradara seri, Hideki Kamiya. Dalam unggahan di media sosial, ia mengecam pihak yang menyebarkan bocoran, menyebut tindakan tersebut merusak kesenangan banyak orang.

Dalam terjemahan pernyataannya, Kamiya menyebut pelaku kebocoran sebagai pihak yang “pantas mendapat seribu kematian” dan mengutuk mereka agar tidak bisa memainkan gim lagi. Pernyataan ini memicu kontroversi di komunitas pemain karena dianggap terlalu berlebihan.

Kamiya bergabung dengan Capcom sejak 1994 dan dikenal sebagai sutradara Resident Evil 2 serta pengembang Devil May Cry. Ia juga terkenal sebagai figur yang kerap memberikan komentar tegas kepada penggemar di media sosial.

Menurut Kamiya, sikap kerasnya dipengaruhi pengalaman peluncuran “Biohazard 2”—judul Jepang untuk Resident Evil 2—ketika sebuah majalah membocorkan bagian penting cerita gim tersebut.

Komunitas Gamer Terbelah

Pernyataan Kamiya menimbulkan respons beragam. Sebagian penggemar menilai komentarnya ekstrem, sementara yang lain mendukung upaya menjaga pengalaman bermain dari spoiler.

Beberapa pemain berpendapat bahwa pembeli yang memperoleh salinan fisik lebih awal memiliki hak membagikan pengalaman mereka. Namun, banyak forum daring, termasuk komunitas Reddit, tetap menerapkan sistem peringatan spoiler untuk menyembunyikan informasi sensitif agar tidak terlihat langsung.

Perdebatan ini mencerminkan ketegangan antara kebebasan pengguna dan perlindungan hak cipta di era distribusi digital dan komunitas daring global.

Tantangan Industri Gim Menghadapi Kebocoran

Maraknya bocoran sebelum rilis memicu diskusi soal pembatasan distribusi gim fisik sebagai solusi jangka panjang. Namun, langkah ini sulit diterapkan karena kolektor dan pembeli edisi khusus masih menginginkan versi kotak beserta item eksklusif.

Industri gim kini menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan perlindungan hak cipta, distribusi produk, dan ekspektasi komunitas pemain yang semakin aktif berbagi informasi daring, terutama terkait Resident Evil Requiem yang paling dinantikan.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |