Francesco Guidotti Puji Adaptasi Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026

11 hours ago 5
Francesco Guidotti

Menit.co.id – Mantan bos tim MotoGP, Francesco Guidotti, menilai pembalap Turki, Toprak Razgatlioglu, sebagai satu-satunya rider dari ajang World Superbike yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan balap di kelas utama MotoGP.

Pernyataan ini muncul menjelang seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand, yang akan menjadi debut Razgatlioglu di kelas premier setelah sukses berkarier di World Superbike. Ia akan membela tim satelit Pramac Racing dengan mengendarai Yamaha M1.

Menurut Francesco Guidotti, kemampuan unik berkendara serta adaptasi cepat terhadap karakter motor baru menjadi modal penting bagi Razgatlioglu menghadapi tantangan besar di MotoGP.

Musim 2026 akan menampilkan dua pembalap debutan, yakni Diogo Moreira dari Moto2 dan Razgatlioglu yang pindah dari Superbike.

Kehadiran Razgatlioglu menarik perhatian karena rekam jejak impresifnya serta gaya balap agresif yang berbeda dari pembalap lainnya.

Namun, transisi dari motor produksi massal Superbike ke prototipe MotoGP dikenal sebagai salah satu langkah paling sulit dalam balap motor.

Berbagai prediksi pun bermunculan terkait performa pembalap Turki ini, mulai dari peluang menembus lima besar hingga kemungkinan bersaing di papan tengah.

Guidotti menekankan bahwa perbedaan motor Superbike dan MotoGP sangat signifikan, termasuk performa mesin, teknologi elektronik, karakter pengereman, dan gaya balap.

Meskipun adaptasi biasanya sulit bagi sebagian besar rider, Razgatlioglu dinilai memiliki teknik balap yang berbeda serta kemampuan cepat beradaptasi dengan motor baru.

Francesco Guidotti memprediksi Razgatlioglu mungkin tidak langsung masuk lima besar di musim pertamanya, terutama karena motor Yamaha masih dalam tahap pengembangan. Namun, peningkatan performa diperkirakan akan terlihat secara bertahap sepanjang musim.

Guidotti juga menyebut Fabio Quartararo sebagai pembalap Yamaha yang paling siap memaksimalkan performa motor, berkat pengalaman panjang dan pemahamannya terhadap karakter M1. Ia menekankan bahwa transisi dari Superbike ke MotoGP adalah perubahan besar karena perbedaan karakter kendaraan dan pendekatan teknis dalam balap.

Razgatlioglu diprediksi membutuhkan waktu untuk mempelajari karakter prototipe dan ritme balap MotoGP yang lebih kompleks, proses yang kemungkinan akan berlangsung sepanjang musim debutnya. Meski begitu, Guidotti tetap optimistis bahwa rider Turki itu memiliki kapasitas menghadapi tantangan dibanding pembalap Superbike lain.

Tantangan Razgatlioglu semakin berat karena performa Yamaha dalam tes pramusim belum memuaskan. Di Buriram, Thailand, tidak ada pembalap Yamaha yang masuk posisi 10 besar pada hari pertama. Rider Pramac Jack Miller menjadi terbaik di posisi 17, sementara Razgatlioglu menempati posisi 21.

Sebelumnya, Yamaha juga menghadapi kendala teknis di Sepang, Malaysia, yang menghentikan partisipasi pada hari kedua tes. Hal ini menegaskan bahwa pengembangan motor Yamaha masih membutuhkan waktu sebelum mampu bersaing di barisan depan.

Dengan kemampuan adaptasi yang menonjol dan pengalaman panjang di Superbike, Razgatlioglu tetap menjadi salah satu pembalap paling dinantikan di MotoGP 2026. Musim debutnya akan menjadi tolok ukur apakah ia mampu membuktikan penilaian Francesco Guidotti sekaligus memenuhi ekspektasi tinggi yang menyertai kepindahannya ke kelas utama.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |