Ini Niat Puasa Sebulan Penuh Ramadan, Waktu dan Hukumnya

22 hours ago 8

Menit.co.id – Ramadan, banyak umat Islam mulai mencari informasi seputar tata cara ibadah yang benar, termasuk tentang niat puasa sebulan penuh.

Topik ini kerap menjadi perbincangan karena sebagian besar masyarakat terbiasa membaca niat setiap malam, padahal terdapat pendapat ulama yang membolehkan niat puasa sebulan penuh dibaca satu kali di awal bulan.

Lalu, bagaimana sebenarnya hukum dan waktu yang tepat untuk melafalkan niat puasa sebulan penuh?

Hukum Membaca Niat Puasa Sebulan Penuh

Salah satu syarat sah puasa adalah adanya niat. Dalam ibadah puasa Ramadan, niat menjadi pembeda antara menahan lapar biasa dengan ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT.

Mengutip penjelasan dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), umat Islam diperkenankan berniat untuk satu bulan penuh sekaligus berdasarkan pendapat mazhab Maliki.

Dalam pandangan ini, Ramadan dipahami sebagai satu kesatuan ibadah yang utuh selama sebulan, sehingga niat tidak wajib diperbarui setiap hari.

Pendapat tersebut juga dijelaskan oleh Yusuf al-Qaradawi dalam kitab Fiqh al-Shiyam. Ia menerangkan bahwa karena puasa Ramadan merupakan rangkaian ibadah yang berkesinambungan, maka satu niat di awal bulan sudah mencakup seluruh hari di dalamnya.

Namun demikian, mazhab Syafi’i memiliki pandangan berbeda. Dalam kitab Hasyiyatul Iqna’, Sulaiman Al-Bujairimi menegaskan bahwa niat puasa wajib dilakukan setiap malam untuk puasa fardhu, termasuk Ramadan, qadha, dan nazar.

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

Artinya:

“Disyaratkan berniat pada malam hari untuk puasa wajib seperti Ramadan, qadha, atau nazar. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, ‘Barang siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.’ Oleh karena itu, niat harus dilakukan setiap hari sesuai zahir hadis.”

Dari perbedaan ini dapat dipahami bahwa membaca niat untuk satu bulan penuh diperbolehkan sebagai langkah antisipasi jika suatu malam seseorang lupa berniat.

Meski begitu, di Indonesia yang mayoritas mengikuti mazhab Syafi’i, umat Islam tetap dianjurkan memperbarui niat setiap malam, baik setelah salat Tarawih maupun saat sahur, agar lebih berhati-hati.

Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Sekaligus

Berdasarkan buku Praktis Ibadah karya Irwan, Ahmad Jafar, dan Husain, berikut lafaz niat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin:

Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’aalaa.

Artinya:

“Aku berniat berpuasa sepanjang bulan Ramadan tahun ini sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Puasa Ramadan Harian

Sementara itu, berikut niat yang umum diamalkan setiap malam selama Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya:
“Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Kapan Waktu yang Tepat Membaca Niat?

Dalam buku Panduan Praktis Ibadah Puasa karya Drs. E. Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim, Lc, dijelaskan bahwa niat puasa harus dilakukan sebelum terbit fajar. Bahkan, niat sudah dapat dilafalkan sejak malam hari setelah matahari terbenam.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَمْ يُجْمِعُ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya:

“Barang siapa yang belum menetapkan niat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Abu Daud, Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Dengan demikian, niat puasa harian dapat dibaca sejak waktu Magrib hingga sebelum azan Subuh. Artinya, Anda masih bisa berniat setelah Tarawih, sebelum tidur, atau ketika bangun sahur.

Adapun niat puasa sebulan penuh cukup dilafalkan pada malam pertama Ramadan, yakni sejak Magrib hingga sebelum terbit fajar pada hari pertama puasa.

Bagaimana jika lupa berniat? Bagi orang yang benar-benar lupa karena tertidur atau kesibukan, puasanya tetap sah selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum. Dalam kondisi tersebut, ia dapat segera berniat di pagi hari dan melanjutkan puasanya.

Memahami perbedaan pendapat ulama tentang niat puasa membantu kita beribadah dengan lebih tenang dan yakin. Baik memilih membaca niat setiap malam maupun menambahkan niat puasa sebulan penuh sebagai bentuk kehati-hatian, yang terpenting adalah menjaga keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah Ramadan.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |