Menit.co.id – Honda Racing Corporation (HRC) tampaknya kembali menunjukkan taringnya jelang musim MotoGP 2026.
Setelah beberapa tahun bergelut dengan performa yang kurang kompetitif, pabrikan Jepang ini menorehkan progres signifikan berkat peningkatan motor Honda RC213V dan hasil positif dari tes pramusim yang berlangsung di Sepang.
Perbaikan teknis yang konsisten, evaluasi positif tim, serta kepercayaan diri para pembalap menjadi sinyal kuat bahwa Honda berpotensi kembali menjadi penantang serius dalam perebutan podium dan kemenangan.
Dalam beberapa musim terakhir, Honda sempat mengalami masa sulit. Pabrikan yang paling sukses dalam sejarah MotoGP ini kerap tertinggal dari rival senegaranya, Yamaha Motor Company, serta dominasi pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, dan KTM. Hasilnya, torehan podium dan kemenangan untuk Honda menjadi langka.
Meski demikian, beberapa momen positif sempat menjadi titik balik. Kemenangan Alex Rins di GP Amerika 2023 dan kemenangan kandang Johann Zarco di GP Prancis musim lalu memberikan dorongan moral yang penting bagi tim. Namun, dua kemenangan dalam tiga musim jelas masih jauh dari standar tinggi yang telah lama menjadi identitas Honda.
Performa Honda mulai menunjukkan tren positif sepanjang musim 2025. Joan Mir, pembalap utama, berhasil menorehkan dua podium di seri Jepang dan Malaysia.
Hal ini menjadi indikasi nyata bahwa pengembangan motor Honda RC213V mulai membuahkan hasil. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tim kini mampu bersaing lebih kompetitif dengan tim papan atas.
Kepercayaan diri tim juga meningkat seiring performa kompetitif yang konsisten terlihat dalam berbagai sesi balapan dan pengujian. Puncaknya terlihat saat tes pramusim 2026 di Sepang International Circuit.
Pembalap penguji Honda, Aleix Espargaró, memberikan pujian tinggi terhadap Honda RC213V versi terbaru, menyebutnya sebagai motor MotoGP terbaik yang pernah ia kendarai. Joan Mir pun memberikan penilaian positif, meski mengakui masih ada beberapa kelemahan, terutama pada grip ban belakang.
“Saya merasa nyaman dan percaya diri dengan motor ini. Memang masih ada beberapa titik lemah, tetapi ini paket terbaik sejak saya bergabung dengan Honda,” kata Joan Mir, dikutip dari MotoGP.com, Sabtu (14/2).
Mir mencatatkan waktu 1 menit 56,874 detik pada hari kedua tes, menutup sesi di posisi lima besar, lebih cepat sekitar empat persepuluh detik dibandingkan tes Sepang tahun sebelumnya.
Manajer tim Honda, Alberto Puig, menegaskan bahwa peningkatan performa Honda RC213V terjadi melalui pengembangan bertahap di berbagai aspek teknis, bukan revolusi besar.
Mesin motor yang lebih bertenaga, keseimbangan lebih baik, dan bobot yang lebih ringan menjadi faktor kunci peningkatan performa keseluruhan. Puig menambahkan bahwa target tim adalah kembali meraih kemenangan dalam waktu sesingkat mungkin.
Meski menunjukkan kemajuan, Honda masih memiliki pekerjaan rumah. Joan Mir dan rekan setimnya, Luca Marini, menyoroti grip ban belakang yang belum optimal sebagai fokus utama pengembangan sebelum musim balap dimulai. Peningkatan stabilitas dan traksi saat akselerasi menjadi prioritas agar motor lebih kompetitif.
Secara keseluruhan, performa Honda pada pramusim 2026 dinilai sebagai yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Meski Ducati dan Aprilia masih unggul dalam performa absolut, Honda kini berada di jalur tepat untuk kembali bersaing dalam perebutan kemenangan.
Dengan peningkatan signifikan pada Honda RC213V, hasil tes yang menjanjikan, serta kepercayaan diri tim yang meningkat, pabrikan Jepang ini siap menghadirkan persaingan lebih ketat pada musim MotoGP 2026.
Target tim jelas: podium konsisten dan kemenangan secepat mungkin, menegaskan bahwa era kebangkitan Honda sudah di depan mata.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

17 hours ago
2

















































