Menit.co.id – Isu mengenai kondisi keuangan Traveloka kembali menjadi perhatian publik setelah perusahaan tersebut melakukan restrukturisasi organisasi dan efisiensi operasional.
Langkah ini mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala terbatas yang dilakukan pada awal 2026, seiring dengan strategi perusahaan untuk memfokuskan pengembangan pada teknologi kecerdasan buatan (AI) dan inovasi produk.
Situasi tersebut memicu berbagai spekulasi di ruang publik, termasuk pertanyaan yang ramai diperbincangkan di media sosial dan mesin pencari: apakah Traveloka bangkrut?
Pertanyaan ini mencuat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi industri teknologi dan startup digital di kawasan Asia Tenggara.
Menanggapi isu tersebut, Traveloka menegaskan bahwa perusahaan tetap beroperasi secara normal. Bahkan, perusahaan unicorn di sektor perjalanan ini masih menjalankan agenda ekspansi bisnis, termasuk memperluas pasar ke Jepang dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri perjalanan di Asia Tenggara.
Traveloka, yang dikenal sebagai perusahaan teknologi perjalanan dengan basis utama di Asia Tenggara, memang melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja.
Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari transformasi internal untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis dengan kemampuan teknologi serta strategi pertumbuhan jangka panjang.
“Meskipun keputusan ini sulit dan melibatkan pengurangan sejumlah peran, langkah tersebut memungkinkan kami untuk berinvestasi pada area yang paling berdampak bagi pelanggan dan keberlanjutan bisnis,” ujar juru bicara Traveloka dalam keterangan resminya seperti dikutip dari berbagai sumber, Selasa (10/2/2026).
Lebih lanjut, pihak perusahaan menekankan bahwa rekrutmen tetap berjalan untuk berbagai posisi strategis. Fokus perekrutan diarahkan pada bidang kecerdasan buatan, data, pengembangan produk, serta teknik dan rekayasa perangkat lunak.
“Kami mengapresiasi kontribusi rekan-rekan yang terdampak kebijakan ini dan berkomitmen memberikan dukungan selama masa transisi,” tambah juru bicara tersebut.
Namun demikian, Traveloka tidak membeberkan secara rinci jumlah karyawan maupun unit kerja yang terkena dampak PHK.
Sebelumnya, pada 2023, perusahaan juga disebut telah melakukan penyesuaian tenaga kerja yang oleh sejumlah sumber digambarkan sebagai PHK secara bertahap.
PHK terbaru ini terjadi di tengah status Traveloka yang masih beroperasi sebagai perusahaan tertutup.
Hingga lima tahun setelah membatalkan rencana pencatatan saham melalui skema SPAC pada 2021, perusahaan belum mengumumkan kembali jadwal resmi untuk melanjutkan rencana IPO.
Kondisi ini kembali memicu spekulasi publik mengenai apakah Traveloka bangkrut, meski belum ada indikasi resmi yang mengarah ke arah tersebut.
Berdasarkan data yang disadur dari laporan Tech in Asia, lebih dari 118.000 pekerja di kawasan India, Asia Tenggara, dan Tiongkok telah terdampak pemutusan hubungan kerja sejak paruh pertama 2022.
Perusahaan teknologi pasca pendanaan seri C menjadi kelompok yang paling banyak melakukan efisiensi, seiring tekanan investor terhadap pencapaian profitabilitas.
Didirikan di Jakarta pada 2012, Traveloka belakangan memindahkan kantor pusatnya ke Singapura. Kendati demikian, Indonesia tetap menjadi basis operasional utama perusahaan, baik dari sisi pengguna maupun pengembangan bisnis.
Pada 2025, Traveloka mencatat langkah ekspansi signifikan dengan memasuki pasar Jepang sebagai bagian dari strategi pertumbuhan regional.
Saat ini, perusahaan telah beroperasi di sejumlah negara, termasuk Australia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Traveloka menegaskan bahwa isu Traveloka bangkrut tidak sesuai dengan kondisi aktual perusahaan, yang saat ini masih menjalankan transformasi bisnis untuk menghadapi tantangan industri teknologi global.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

3 days ago
5

















































