Resmi Dilantik Jadi Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia Siap Wujudkan Swasembada Energi

6 days ago 20
Bahlil Lahadalia Jabat Ketua Harian Dewan Energi Nasional

Menit.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah resmi mendapatkan amanah dan kewenangan baru.

Ia dilantik menjadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) dalam sebuah upacara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada hari kemarin.

Pelantikan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mempercepat agenda nasional di bidang energi.

Proses pelantikan Ketua Harian serta anggota DEN tersebut berdasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 134 P Tahun 2025 mengenai pengangkatan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan, serta Keppres Nomor 6 P Tahun 2026 tentang pengangkatan anggota DEN dari unsur pemerintah.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengangkatan yang dilakukan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini menunjukkan bahwa isu energi merupakan prioritas utama pemerintah tahun ini.

“Jadi, kenapa ini langsung Bapak Presiden yang akan melantik, karena sekali lagi, bahwa masalah energi menjadi salah satu prioritas dari bangsa kita, dari pemerintah. Setelah kita berhasil mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu satu tahun, terutama dalam hal beras, kita ingin mengejar yang berikutnya adalah kerja keras untuk mencapai swasembada energi,” ujar Prasetyo saat memberikan keterangan di Istana Negara.

Dalam struktur organisasi DEN periode 2026-2030 ini, Presiden Republik Indonesia berkedudukan sebagai Ketua, yang dijabat langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dipercaya menempati posisi krusial sebagai Ketua Harian DEN yang akan bertugas mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan di sektor energi.

Komposisi keanggotaan DEN terdiri dari dua unsur utama, yakni unsur pemerintah dan unsur pemangku kepentingan.

Unsur pemerintah diwakili oleh tujuh menteri yang bidang tugasnya berkaitan erat dengan sektor energi.

Mereka di antaranya adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol.

Sementara itu, delapan anggota DEN lainnya dari unsur pemangku kepentingan berasal dari kalangan profesional, akademisi, dan tokoh masyarakat yang memiliki kompetensi tinggi di bidang energi.

Mereka adalah Johni Jonatan Numberi, Mohamad Fadhil Hasan, Satya Widya Yudha, Sripeni Inten Cahyani, Unggul Priyanto, Saleh Abdurrahman, Muhammad Kholid Syeirazi, dan Surono.

Dalam kesempatan terpisah usai dilantik, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, DEN akan berfokus pada mewujudkan tiga pilar besar: swasembada, ketahanan, dan kemandirian energi. Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan bahwa program tersebut selaras dengan prioritas Presiden Prabowo.

“Kita tahu semua bahwa salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut dengan kedaulatan energi, ketahanan energi, swasembada energi, yang salah satu instrumen negaranya adalah arah kebijakan roadmap yang dibangun bersama-sama dengan DEN (Dewan Energi Nasional),” ucap Bahlil.

Ia menambahkan bahwa sektor energi menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo sejalan dengan Asta Cita, terutama pada poin mengenai ketahanan energi dan ketahanan pangan.

“Ini adalah sebagai bentuk komitmen Bapak Presiden, yang mempunyai perhatian khusus dalam rangka menempatkan energi sebagai skala prioritas pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, Bahlil menyebutkan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat perdana dan melaporkannya kepada Presiden untuk melaksanakan sidang pertama.

Fokus utama dari arahan Presiden, lanjut dia, mulai dari kedaulatan energi tanpa adanya intervensi dari pihak luar, hingga penguatan ketahanan energi nasional.

“Yang berikut adalah kemandirian energi. Kita tahu, kita hari ini masih impor BBM kurang lebih sekitar 30 juta lebih kiloliter, baik solar maupun bensin, dan yang keempat itulah swasembada. Pasti kami akan melakukan bertahap dan akan tujuannya pada akhirnya adalah swasembada,” pungkasnya.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |