Bank CIMB Niaga Disorot, Penyidikan Pembobolan Rekening Masuk Fase Kritis

4 hours ago 5
Bank CIMB Niaga

Menit.co.id – Penyidikan kasus pembobolan rekening miliaran rupiah di Bank CIMB Niaga kini memasuki fase krusial.

Polda Kepri menjadwalkan pemeriksaan terhadap perwakilan Bank CIMB Niaga pada Selasa, 28 April 2026, guna mengurai rangkaian transaksi mencurigakan yang menyeret sejumlah perusahaan dan memicu keresahan publik.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Arif Mahari, memastikan bahwa pihak bank telah mengonfirmasi kehadiran mereka.

“Pihak bank sudah konfirmasi hadir; jadwal jam masih menunggu kepastian,” ujarnya. Pemeriksaan ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh terkait mekanisme pembobolan rekening yang terjadi.

Sebelumnya, penyidik hanya mengandalkan keterangan dari korban serta pihak cabang bank di Batam. Namun, informasi tersebut dinilai belum cukup untuk menjelaskan kronologi secara utuh.

Oleh karena itu, kehadiran perwakilan pusat Bank CIMB Niaga dianggap penting, terutama untuk menjelaskan sistem internal dan alur transaksi perbankan secara teknis.

Dalam pemeriksaan awal, dua orang perwakilan bank direncanakan hadir. “Untuk awal dikonfirmasi dua orang, semoga tidak ada perubahan jumlah pemeriksaan,” kata Arif.

Kehadiran mereka diharapkan mampu menjawab pertanyaan terkait sistem keamanan dan potensi celah dalam transaksi digital.

Agenda pemeriksaan ini sebelumnya sempat tertunda akibat ketidakhadiran saksi sesuai jadwal pemanggilan. Penjadwalan ulang dilakukan demi menjaga kelangsungan proses penyidikan yang terus berkembang dan agar kasus ini segera menemukan titik terang.

Hingga saat ini, penyidik menangani tiga laporan pembobolan rekening yang melibatkan lima perusahaan dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Pola kejadian yang serupa dalam setiap kasus menguatkan dugaan adanya metode terstruktur atau celah sistem yang dimanfaatkan secara berulang.

Kasus pertama dialami PT XSS dengan kerugian sebesar Rp1,86 miliar pada Desember 2025.

Beberapa hari berselang, tiga perusahaan lain mengalami kerugian sekitar Rp750 juta dari satu akun layanan pada 30 Desember 2025, dengan pola transaksi yang hampir identik.

Kerugian terbesar terjadi pada PT GMBR yang kehilangan Rp3,4 miliar pada Februari 2026.

Besarnya nilai kerugian membuat penyidik semakin fokus mengungkap akar permasalahan, terutama karena pola transaksi dalam setiap kejadian menunjukkan kemiripan yang konsisten.

Direktur PT XSS, Heru, menyatakan keyakinannya bahwa dana perusahaan dapat kembali sepenuhnya. Ia menduga kejadian ini berkaitan dengan kelemahan sistem keamanan layanan perbankan.

Heru juga menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan kelalaian dalam penggunaan layanan.

“Saya sudah lapor sebelum kejadian, tapi tetap terjadi pembobolan,” ujarnya.

Laporan tersebut bahkan disampaikan sekitar 20 menit sebelum transaksi mencurigakan berlangsung, namun tidak mampu mencegah aliran dana keluar.

Heru turut menyoroti sistem deteksi transaksi yang dinilai belum responsif terhadap aktivitas tidak wajar.

Menurutnya, transaksi dalam jumlah besar seharusnya memicu pengamanan tambahan. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas sistem keamanan digital yang digunakan.

Ia memastikan bahwa seluruh prosedur telah dijalankan, mulai dari pelaporan hingga koordinasi dengan pihak bank. Langkah hukum juga langsung ditempuh pada hari yang sama untuk mempercepat penanganan kasus.

Sementara itu, penyidik terus menelusuri kemungkinan keterkaitan antar kasus melalui analisis digital forensik.

Pendekatan ini diharapkan mampu mengungkap jejak transaksi serta metode yang digunakan pelaku, termasuk mengidentifikasi celah sistem dan aktor di balik kejadian.

Kasus ini menjadi sorotan karena mencerminkan meningkatnya ancaman kejahatan siber di sektor perbankan modern. Perkembangan teknologi menuntut sistem keamanan yang lebih adaptif dan responsif terhadap berbagai risiko.

Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar permasalahan.

Pemeriksaan terhadap perwakilan Bank CIMB Niaga menjadi langkah penting dalam membuka seluruh rangkaian peristiwa dan menentukan arah lanjutan penyidikan.

Di tengah meningkatnya transaksi digital, kasus ini turut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan sistem perbankan.

Perkembangan penyidikan selanjutnya akan sangat menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap sektor keuangan, khususnya layanan yang disediakan oleh Bank CIMB Niaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |