Motif Anak Racuni Keluarga di Warakas Terungkap, Dendam Jadi Penyebab

12 hours ago 4
Motif Anak Racuni Keluarga di Warakas

Menit.co.id – Kasus tragis seorang anak yang meracuni anggota keluarganya hingga tewas di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara akhirnya mengungkap fakta mengejutkan terkait motif anak racuni keluarga.

Seorang pria berinisial AS (24) diduga memberikan racun tikus kepada ibu dan dua saudaranya, yang kemudian meninggal dunia pada Jumat (2/1) lalu. Polisi menyatakan tindakan ini dilatarbelakangi dendam pribadi terhadap keluarganya sendiri.

“Hasil pengamatan kami berdasarkan barang bukti lainnya, sehingga kami menetapkan saudara S sebagai pelaku atau tersangka dari perkara peristiwa keracunan tersebut di mana saudara S memang dengan sengaja meracun ketiga korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoeseno Gradiarso, dalam konferensi pers di Polres Metro Jaya Jakarta Utara, Jumat (6/2).

Menurut Onkoeseno, AS menyimpan dendam karena merasa diperlakukan tidak adil oleh sang ibu.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui motif anak racuni keluarga ini adalah dendam terhadap keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya,” tambahnya.

Fakta ini terungkap setelah penyidik melakukan autopsi dan uji toksikologi terhadap tiga korban, masing-masing berinisial SS (50), AF (27), dan AD (14). Pemeriksaan laboratorium menemukan residu bahan kimia berbahaya dalam lambung dan organ vital para korban, yang menjadi penyebab kematian.

“Ditemukan zinc phosphate. Zinc phosphate adalah senyawa kimia yang terdiri dari Zn dan phosphine, dikenal juga sebagai racun tikus atau Rodensisida,” jelas Peneliti Toksikologi Kimia Universitas Indonesia, Budiawan.

Budiawan menambahkan, racun ini bekerja cepat merusak sel tubuh manusia. Setelah masuk ke pencernaan, racun bereaksi menjadi gas phosphine yang menyebar ke seluruh organ vital, mengganggu fungsi seluler, dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat.

“Bahan-bahan ini beracun bagi sel tubuh manusia. Hasil pemeriksaan membuktikan zinc phosphate ditemukan di lambung, kemudian berubah menjadi phosphine dan menyebar ke seluruh organ, dikenal sebagai racun seluler,” ujarnya.

Kesimpulan ini diperkuat Dokter Forensik RS Sukanto, Mardika, yang menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

“Dari pemeriksaan tiga jenazah, didapatkan kematian akibat senyawa kimia yang melebihi batas toleransi dalam tubuh, sehingga korban mati lemas,” jelas Mardika.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyingkap motif anak racuni keluarga yang berujung pada tragedi kematian anggota keluarga sendiri, sekaligus menekankan pentingnya pemantauan dan kesadaran akan perilaku berisiko dalam lingkungan rumah tangga.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |