Menit.co.id – Ajie Darmaji, suami mendiang Mpok Alpa, menyatakan siap menempuh jalur hukum terhadap mantan manajer istrinya berinisial T, yang diduga menyelewengkan pendapatan mendiang senilai lebih dari Rp2 miliar.
Zaki, kuasa hukum Ajie Darmaji, menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu, ketika Mpok Alpa masih hidup.
“Permasalahan ini sebetulnya antara almarhum dengan manajer yang lama, inisialnya T. Ada beberapa pendapatan almarhum yang tidak disampaikan. Totalnya sekitar Rp2 miliar lebih, digunakan tapi tidak disampaikan ke almarhum,” ujar Zaki saat ditemui di Cinere, Depok, kemarin.
Saat ini, Ajie Darmaji tengah menyiapkan langkah hukum, baik perdata maupun pidana. Zaki menambahkan, laporan kemungkinan akan diajukan dalam satu hingga dua minggu ke depan.
“Kami sedang menyiapkan laporan pidana atau gugatan perdata. Kemungkinan satu atau dua minggu lagi akan dilaporkan,” kata Zaki.
Fokus utama Ajie kini adalah menyelesaikan administrasi ahli waris mendiang Mpok Alpa, terutama hak anak-anak yang diduga telah diambil oleh mantan manajer Mpok Alpa tersebut.
“Tunggu sampai ini selesai. Penetapan ahli waris sudah selesai. Di sini ada hak waris anak-anak almarhum. Bayar dong uang yang kemarin kau pakai, yang tidak disampaikan ke almarhum,” tegas Ajie Darmaji.
Zaki menambahkan, salah satu tujuan penetapan ahli waris adalah untuk memastikan hak anak-anak almarhum terpenuhi dan bisa menagih pihak yang berutang.
“Almarhum bekerja keras, tapi pendapatannya tidak disampaikan. Sekarang hak anak-anak harus diperjuangkan,” ujar Zaki.
Permasalahan ini sebenarnya sudah pernah hendak diselesaikan saat Mpok Alpa masih hidup. T bahkan sempat berjanji mencicil uang yang digelapkan, namun hingga kini janji tersebut belum ditepati.
“Sudah diproses. Kita buat addendum waktu itu. T bilang mau membayar cicilan Rp50 juta per bulan, tapi sampai sekarang tidak ada uang masuk sama sekali,” ungkap Ajie Darmaji.
Ajie menilai tidak ada itikad baik dari pihak T untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Tidak bisa dihubungi. Kalau memang bertanggung jawab, datanglah. Jangan sampai kita bikin ramai lagi. Sekarang ini diperjuangkan oleh Bang Zaki dan tim. Dapat atau tidak dapat, yang penting orang ini harus bayar,” tegasnya.
“Kami sudah musyawarah secara kekeluargaan, tapi tidak ada niat baik. Sampai almarhum meninggal pun dia tidak datang. Kalau orang benar, pasti datang dan musyawarah. Ini tidak,” pungkas Ajie.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

17 hours ago
2

















































