Kenapa Harga Tiket Pesawat Mahal? Ini Penyebab Utamanya

13 hours ago 4
Kenapa Harga Tiket Pesawat Mahal

Menit.co.id – Pernah bertanya-tanya kenapa tiket pesawat mahal? Fenomena ini bukan hanya soal kebijakan maskapai, tetapi juga struktur regulasi dan pajak yang membebani industri penerbangan serta masyarakat.

Komisi V DPR RI membeberkan sejumlah faktor yang membuat harga tiket pesawat melambung, terutama pada momentum Lebaran dan Natal–Tahun Baru (Nataru).

Ketua Komisi V, Lazarus, menilai program diskon yang sering digulirkan hanya bersifat solusi sesaat, tanpa menyentuh akar permasalahan.

Menurut Lazarus, mahalnya tiket pesawat bukan sekadar keputusan maskapai, tetapi muncul dari kebijakan pemerintah yang justru membebani industri.

“Penurunan harga tiket pesawat itu domain pemerintah. Ada banyak komponen kebijakan membuat tiket di Indonesia mahal dan ini tidak pernah diselesaikan secara serius,” jelasnya Senin, 16 Februari 2026.

Ia memaparkan tiga faktor utama penyebab tiket pesawat tetap tinggi. Pertama, harga avtur di Indonesia termasuk paling tinggi dibanding negara lain, ditambah masih dikenai pajak.

Kondisi ini dianggap ironis karena avtur adalah kebutuhan utama penerbangan yang seharusnya mendapat insentif.

Kedua, transportasi udara di Indonesia masih dikategorikan sebagai barang mewah sehingga tiket pesawat terkena pajak barang mewah. Padahal, bagi banyak wilayah di Indonesia, pesawat menjadi satu-satunya akses transportasi utama.

Ketiga, tingginya pajak dan bea masuk suku cadang pesawat turut mendorong biaya operasional maskapai meningkat, yang kemudian dibebankan kepada penumpang.

Lazarus menekankan pemerintah perlu mengambil langkah serius, seperti memangkas pajak avtur, menghapus pajak barang mewah tiket pesawat, dan menurunkan bea masuk sparepart.

Dampak kebijakan tersebut akan langsung terasa pada harga tiket, bukan hanya melalui diskon sementara.

Kebijakan harga tiket pesawat yang mahal saat ini dinilai meresahkan publik. Warga mudah membandingkan harga di Indonesia dengan negara lain yang lebih murah.

“Jangan hanya ramai saat Lebaran dan Nataru, ini menyangkut hidup orang banyak dan berdampak pada kesejahteraan rakyat,” tegas Lazarus.

Keluhan serupa datang dari penumpang pesawat, Ahmad, yang menilai diskon tiket tidak merata dan hanya berlaku sebentar.

Penumpang lain, Yudistira, berharap pemerintah mengambil kebijakan permanen agar harga tiket kembali terjangkau seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Dulu naik pesawat itu wajar dan terjangkau, sekarang terasa mahal lagi, harus bikin kebijakan permanen, bukan solusi tambal sulam,” ujarnya.

Fenomena ini menegaskan bahwa jawaban atas pertanyaan kenapa tiket pesawat mahal sangat kompleks, melibatkan pajak, regulasi, dan kebijakan pemerintah, bukan hanya faktor maskapai semata.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |