Kejutan Apple! Rilis Update iOS 26.2 1 untuk Perbaiki Bug dan Dukung AirTag 2

1 week ago 20

Menit.co.id – Apple kembali mengambil langkah mengejutkan dalam jagat teknologi global. Alih-alih menghadirkan iterasi mayor berikutnya yakni iOS 26.3 yang telah banyak diperkirakan oleh pengamat, raksasa teknologi asal Cupertino ini justru meluncurkan update iOS 26.2 1.

Pembaruan ini muncul hanya berselang sekitar satu bulan setelah kehadiran pendahulunya, iOS 26.2, yang dirilis pada Desember 2025 lalu.

Fokus utama dari rilis mendadak ini adalah penyempurnaan dukungan perangkat serta perbaikan bug, terutama yang berkaitan dengan AirTag generasi kedua.

Tidak hanya terbatas pada ekosistem iPhone, Apple juga menggulirkan pembaruan serupa untuk platform iPadOS dan watchOS guna menjaga sinkronisasi performa antar perangkat.

Dilansir dari MSN pada Rabu (27/1/2026), update iOS 26.2 1 ini telah dipastikan kompatibel dengan seluruh model iPhone yang dirilis mulai tahun 2019 hingga seri terbaru.

Meskipun tidak membawa fitur revolusioner atau perubahan antarmuka yang drastis, pembaruan ini dinilai krusial untuk meningkatkan stabilitas sistem secara keseluruhan.

Apple berharap bahwa pembaruan ini mampu memberikan pengalaman pengguna yang lebih optimal, khususnya bagi para pengguna yang telah mengadopsi AirTag generasi terbaru.

Mengutip laporan dari Apple Insider, strategi peluncuran bertahap semacam ini memang menjadi ciri khas Apple.

Pembaruan tanpa angka versi besar seringkali dilakukan ketika terdapat penyesuaian teknis yang dianggap belum urgent untuk diluncurkan sebagai versi utama.

Biasanya, update iOS 26.2 1 dan sejenisnya berfokus pada perbaikan keamanan (security patch) serta penanganan bug kritis yang perlu segera diselesaikan demi menjaga integritas dan keamanan data pengguna.

Kehadiran pembaruan sistem operasi ini sejatinya beriringan dengan peluncuran dua produk keras anyar Apple.

Perusahaan memperkirakan akan merilis pembaruan OS bersamaan dengan perkenalan Apple AirTag 2 dan Apple Watch terbaru.

Selain dua perangkat utama tersebut, Apple juga memperkenalkan aksesori fashion berupa Apple Watch Unity Connection Braided Solo Loop, sebuah tali jam edisi khusus bertema Black Unity, yang resmi meluncur ke pasaran pada Senin, 26 Januari 2026.

Pada Senin lalu, Apple secara resmi memperkenalkan AirTag 2 yang membawa sejumlah peningkatan signifikan.

Perangkat pelacak ini kini menawarkan jangkauan konektivitas yang jauh lebih luas serta kemampuan pelacakan yang lebih tajam.

Sebagai informasi, AirTag merupakan aksesori pelacak andalan Apple yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021, memungkinkan pengguna untuk melacak barang-barang pribadi seperti kunci dan tas melalui jaringan “Find My”.

Hampir lima tahun setelah debut generasi pertamanya, AirTag 2 hadir dengan spesifikasi hardware yang ditingkatkan secara substansial.

Perangkat ini kini dibekali chip Ultra Wideband (UWB) generasi kedua yang diklaim mampu meningkatkan akurasi pelacakan hingga 150 persen dibandingkan pendahulunya.

Tak hanya itu, Apple juga membekali AirTag 2 dengan speaker yang memiliki volume 50 persen lebih keras, memudahkan pengguna untuk mendengar suara notifikasi saat mencari perangkat yang hilang.

Apple Inc. memastikan bahwa AirTag 2 sepenuhnya kompatibel dengan update iOS 26.2 1. Pembaruan sistem operasi ini hadir dengan dukungan yang telah dioptimalkan khusus untuk aksesori anyar tersebut.

Mengutip laporan Mac Daily News, AirTag 2 juga menawarkan fitur panduan arah yang lebih presisi serta peningkatan akurasi pengukuran jarak, guna memberikan rasa keamanan dan kemudahan yang lebih andal bagi pengguna dalam memantau aset berharga mereka.

Di sisi lain, terdapat kabar menggembirakan bagi penggemar setia produk lama Apple. Para penggemar yang masih memegang teguh iPhone 5s dan iPhone 6 mendapatkan kejutan berupa dukungan update terbaru.

Meskipun usia kedua perangkat ini telah lebih dari satu dekade, Apple tetap memanjakan penggunanya dengan merilis update iOS 12.

Langkah ini tergolong luar biasa mengingat iPhone 5s pertama kali meluncur pada September 2013, disusul iPhone 6 setahun kemudian.

Kehadiran update iOS 12.5.8 ini menjadi bukti bahwa raksasa teknologi berbasis di Cupertino tersebut masih mempedulikan pengguna perangkat lawas yang telah berumur 12 hingga 13 tahun.

Lalu, apa fungsi utama dari update iOS 12.5.8 ini? Mengutip keterangan resmi Apple pada Selasa (27/1/2026), pembaruan ini berfungsi untuk memperpanjang sertifikat keamanan yang diperlukan oleh kedua iPhone lawas tersebut agar tetap dapat menggunakan fitur-fitur esensial seperti iMessage, FaceTime, dan layanan aktivasi perangkat.

Pembuat iPhone ini menjelaskan bahwa melalui pembaruan iOS 12.5.8 ini, iPhone 5s dan iPhone 6 akan tetap dapat digunakan secara fungsional melewati batas waktu Januari 2027.

Sebelumnya, ada kekhawatiran bahwa pembatasan sertifikat—seperti yang digunakan untuk aktivasi perangkat—akan membuat kedua ponsel ini berhenti berfungsi ketika masa berlaku sertifikat habis. Namun, dengan pembaruan ini, Apple memastikan fitur utama pada kedua iPhone lama akan terus hidup di tahun-tahun mendatang.

Terakhir kali iPhone 5s dan iPhone 6 menerima penyegaran sistem operasi adalah pada Januari 2023, saat perusahaan merilis perbaikan keamanan penting. Kini, Apple kembali menunjukkan komitmennya terhadap masa pakai produk yang panjang.

Sementara itu, di kancah manufaktur, rumor kolaborasi antara Apple dan Intel kembali mencuat ke permukaan. Informasi serupa sejatinya sempat beredar di awal Desember 2025 lalu, namun kini mendapatkan porsi perhatian baru.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa kolaborasi ini menjadi titik awal bagi niat Apple untuk menjadikan Intel sebagai salah satu manufaktur chip iPhone mereka.

Keputusan strategis ini diyakini merupakan langkah Apple untuk mendiversifikasi jalur pemasok komponen mereka, sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Kali ini, informasi tersebut bersumber dari analis GF Securities, Jeff Pu, yang menyebutkan bahwa Intel akan mulai memproduksi chip iPhone menggunakan proses fabrikasi 14A dan siap memasuki fase produksi massal pada tahun 2028.

Mengutip GSM Arena pada Senin (26/1/2026), jika rumor ini terbukti benar, maka Intel akan dipercaya memproduksi chipset A21 dan A22 untuk lini iPhone baru milik Apple di masa depan.

Meski demikian, TSMC diperkirakan tetap memegang peran utama sebagai pemasok chip utama Apple. Sementara peran Intel nantinya hanya mengambil porsi produksi tertentu sebagai langkah mitigasi risiko rantai pasok.

Analis ternama Ming-Chi Kuo juga memperkuat laporan ini. Ia menyebutkan bahwa Intel berpotensi besar untuk memproduksi sebagian prosesor untuk perangkat Apple lainnya, menandakan era kerja sama baru yang luas antara dua raksasa teknologi tersebut.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |