Menit.co.id – Februari ini menjadi bulan yang memanjakan para penggemar fenomena langit. Setelah awal bulan disorot oleh keindahan Snow Moon, kini giliran hujan meteor Alpha Centaurid yang siap menghiasi langit malam dengan kilatan cahaya menawan. Namun, karena durasinya terbatas, pengamatan tepat waktu menjadi kunci agar tidak melewatkan momen langka ini.
Puncak hujan meteor Alpha Centaurid diperkirakan terjadi pada 8 Februari 2026, dengan intensitas mencapai sekitar 6 meteor per jam. Fenomena ini aktif sejak 28 Januari hingga 21 Februari, tetapi malam puncak merupakan waktu paling ideal karena frekuensi meteor lebih stabil dan peluang terlihat lebih tinggi dibanding hari-hari lainnya.
Waktu terbaik untuk menyaksikan Alpha Centaurid adalah setelah tengah malam hingga sebelum matahari terbit, saat radian di rasi Centaurus telah muncul di atas horizon timur. Pada malam puncak, pengaruh Bulan Kuartal Akhir tergolong moderat sehingga tidak terlalu mengganggu pengamatan. Semakin larut malam, cahaya Bulan akan semakin redup, membuat langit lebih gelap dan kondisi pengamatan menjadi optimal.
Fenomena ini bisa dinikmati hampir di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah selatan dan tengah, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua, menjadi lokasi paling ideal karena rasi Centaurus tampak lebih tinggi di atas horizon selatan. Sementara itu, wilayah utara seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Kalimantan Utara tetap berpeluang melihat meteor, meski jumlahnya cenderung lebih sedikit karena posisi radian lebih rendah.
Untuk pengamatan maksimal, waktu terbaik adalah dini hari, sekitar pukul 02.00–05.00 WIB, WITA, dan WIT. Pilih lokasi minim polusi cahaya, arahkan pandangan ke langit selatan, dan nikmati kilatan meteor yang melesat cepat dan terang.
Hujan meteor Alpha Centaurid bukan sekadar pemandangan indah. Fenomena ini terbentuk dari debu dan pecahan batuan yang ditinggalkan komet, meski komet induknya belum berhasil diidentifikasi. Ketika Bumi melintasi jejak debu ini, partikel kecil memasuki atmosfer dan terbakar, menciptakan kilatan cahaya yang dikenal sebagai meteor.
Kilatan meteor Alpha Centaurid muncul karena partikel debu komet bertabrakan dengan lapisan atas atmosfer Bumi, memanas, dan berpijar. Proses ini menghasilkan garis cahaya singkat, namun sangat terang dan dramatis. Meteor ini bergerak dengan kecepatan sekitar 56 km per detik, membuat setiap kilatan tampak cepat dan memukau.
Nama Alpha Centaurid diambil dari rasi Centaurus, tempat titik radian meteor berada. Penamaan ini memudahkan astronom dan pengamat langit menentukan lokasi kemunculan meteor, sama seperti hujan meteor terkenal lainnya, Perseids atau Leonids.
Dengan mengetahui tanggal puncak dan waktu terbaik pengamatan, kamu selangkah lebih dekat untuk menyaksikan salah satu keajaiban alam semesta paling cantik di bulan ini. Siapkan matamu ke langit, dan nikmati pertunjukan meteor Alpha Centaurid!
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

18 hours ago
4














































