April 2026, SPBU Swasta Tidak Lagi Impor Solar Sendiri

18 hours ago 2
SPBU Swasta

Menit.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa seluruh SPBU swasta wajib membeli bahan bakar diesel (solar) langsung dari PT Pertamina (Persero) mulai April 2026.

Aturan ini diterapkan melalui skema business to business (B2B) dan sejalan dengan target pemerintah untuk menghentikan impor solar pada tahun ini.

“Kita sudah bersurat ke seluruh badan usaha. Sampai Maret 2026 masih menggunakan kuota impor solar 2025. Mulai April ke atas, wajib melakukan B2B dengan Pertamina untuk solar,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, dalam unggahan podcast kanal YouTube Kementerian ESDM, Minggu (8/2).

Laode menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima penolakan dari pihak swasta. Namun, sejumlah badan usaha meminta fasilitasi Kementerian ESDM untuk bertemu Pertamina.

“Responsnya ada yang meminta difasilitasi. Mungkin mereka masih ragu atau malu bertemu langsung Pertamina, jadi minta bantuan kami,” ujar Laode.

Pada Januari lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan impor BBM jenis solar mulai awal tahun ini. Karenanya, semua perusahaan swasta, termasuk SPBU swasta, wajib membeli bahan bakar solar dari PT Pertamina (Persero).

Kebijakan tersebut juga selaras dengan diresmikannya Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan milik Pertamina.

“Begitu proyek ini resmi beroperasi, tahun ini kita tidak lagi melakukan impor solar. Kita sudah mulai tahun ini, saya tidak lagi mengeluarkan izin impor solar,” kata Bahlil saat peresmian di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Dengan beroperasinya RDMP Kilang Balikpapan, Pertamina mampu memproduksi semua jenis solar, baik CN48 maupun CN51, sehingga tidak ada alasan untuk melakukan impor.

“(Swasta beli ke Pertamina) Oh iya dong, semuanya,” imbuh Bahlil.

Di sisi lain, sejumlah SPBU swasta sempat mengalami kehabisan stok BBM sejak awal tahun. Salah satunya adalah Shell Indonesia.

President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengatakan pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai prosedur yang berlaku.

“Shell Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM selama ini, sehingga kami dapat mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra kami,” kata Ingrid.

Kebijakan ini diperkirakan akan memperkuat peran Pertamina sebagai pemasok utama bahan bakar, sekaligus mendukung target ketahanan energi nasional tanpa ketergantungan pada impor solar.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |