Menit.co.id – Suasana persiapan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 mulai memasuki fase yang lebih panas.
Meskipun Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) pada dasarnya kini berfokus sepenuhnya pada Tes Potensi Skolastik (TPS), data terbaru menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap materi akademik justru meningkat.
Tercatat, volume pencarian mengenai simulasi TKA (Tes Kemampuan Akademik) melonjak drastis hingga 300 persen dalam kurun waktu 48 jam terakhir.
Lonjakan permintaan ini rupanya dipicu oleh kesadaran baru dari para siswa kelas 12 maupun mereka yang mengambil tahun jeda (gap year).
Mereka menyadari bahwa materi TKA, yang kini tidak lagi diujikan dalam SNBT, tetap menjadi kunci utama untuk menembus jalur seleksi mandiri atau Ujian Mandiri (UM) di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit.
Beberapa contohnya adalah Seleksi Masuk (SIMAK) UI, Ujian Tulis (UTUL) UGM, hingga berbagai seleksi Sekolah Kedinasan yang masih mengandalkan tes kemampuan akademik spesifik.
Bagi calon mahasiswa, memahami peta persaingan dan mekanisme teknis melalui simulasi TKA sejak dini pada Januari 2026 dipandang sebagai langkah strategis untuk mengamankan kursi di program studi impian.
Lantas, mengapa tren simulasi materi akademik ini kembali viral di awal tahun 2026? Berdasarkan data tren pencarian di bidang pendidikan, masih sering terjadi kebingungan di kalangan siswa mengenai perbedaan materi antara SNBT dan Ujian Mandiri.
Penting untuk diluruskan bahwa sejak adanya perubahan regulasi besar-besaran beberapa tahun silam, materi TKA yang mencakup Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Sejarah, dan Sosiologi memang dihapus dari ujian SNBT.
Namun, di tahun 2026, materi ini justru kembali menjadi vital dan mendominasi seleksi mandiri di berbagai universitas tier satu.
Alasan popularitas simulasi TKA meningkat tajam di akhir bulan Januari ini antara lain karena persiapan intensif untuk Jalur Mandiri dan Sekolah Kedinasan.
Institusi seperti STAN, STIS, serta berbagai Ujian Mandiri PTN besar masih memasukkan tes kemampuan spesifik atau akademik dalam proses saringan masuk mereka.
Selain itu, para siswa juga berupaya beradaptasi dengan soal-soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) terbaru yang tingkat kesulitannya terus berevolusi setiap tahun.
Simulasi-simulasi lama tahun 2024 atau 2025 dinilai sudah tidak relevan lagi untuk memprediksi pola soal 2026. Tak ketinggalan, pengenalan sistem Computer Based Test (CBT) adaptif juga menjadi alasan tersendiri.
Banyak penyedia simulasi kini mengadopsi antarmuka (UI/UX) CBT yang mirip dengan sistem asli milik BPPP atau panitia seleksi mandiri agar peserta lebih familiar.
Mengenai mekanisme dan format soal TKA 2026, terjadi perbedaan signifikan dibandingkan latihan soal konvensional.
Simulasi TKA modern di tahun 2026 kini menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk mengukur kemampuan siswa secara presisi, salah satunya melalui penerapan Sistem Penilaian IRT atau Item Response Theory.
Sistem scoring tahun 2026 ini tidak lagi menggunakan sistem “minus” lama seperti benar +4 dan salah -1. Dalam sistem IRT, bobot nilai setiap soal berbeda tergantung pada tingkat kesulitannya dan respons peserta lain secara agregat.
Artinya, menjawab benar soal yang diklasifikasikan sulit akan memberikan poin jauh lebih besar dibandingkan menjawab benar soal mudah.
Implikasinya, peserta tidak bisa lagi sekadar mengejar jumlah kuantitas jawaban benar, tetapi harus mampu menaklukkan soal-soal kompleks untuk mendongkrak skor akhir secara signifikan.
Dalam simulasi TKA Ujian Mandiri 2026, materi biasanya terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni TKA Saintek (Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi) yang fokus pada penerapan konsep dalam studi kasus nyata, serta TKA Soshum (Sejarah, Geografi, Sosiologi, Ekonomi) yang menuntut analisis data sosial dan literasi finansial.
Namun, di balik tingginya permintaan akses simulasi gratis tersebut, terdapat risiko keamanan digital yang perlu diwaspadai.
Tim Cyber Security Indonesia mendeteksi peningkatan ancaman siber yang secara spesifik menargetkan pelajar yang mencoba mengakses platform simulasi TKA.
Modus operandi terbaru yang diidentifikasi meliputi beredarnya aplikasi “Tryout” palsu yang meminta izin akses data pribadi berlebihan—seperti kontak dan galeri—dengan iming-iming “Bocoran Soal TKA 2026”.
Selain itu, terdapat pula link phishing yang disebar di grup-grup belajar Telegram yang mengarah pada situs scam berbahaya yang bertujuan mencuri email dan password siswa.
Oleh karena itu, para siswa dihimbau untuk melakukan validasi keamanan dengan seksama. Pastikan hanya mengakses simulasi dari platform EdTech terverifikasi atau laman resmi institusi pendidikan.
Jangan pernah memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau data finansial orang tua saat mendaftar akun tryout gratis.
Untuk memperoleh hasil maksimal dari sesi latihan yang dilakukan, para ahli menyarankan untuk menerapkan strategi praktis seperti mensimulasikan kondisi riil ujian pada pagi hari (pukul 07.00 – 11.00) sesuai jam biologis ujian asli, serta menerapkan teknik blok waktu dengan tidak terpaku pada satu soal sulit.
Dalam sistem IRT, membiarkan soal kosong kerap kali dinilai lebih baik daripada menebak sembarangan jika peserta ragu, meskipun tidak ada nilai minus, karena waktu yang terbuang dianggap sebagai kerugian terbesar.
Setelah simulasi selesai, analisis evaluasi menjadi sangat penting; jangan hanya melihat skor akhir, tapi bedah kembali soal yang salah untuk mengetahui apakah kesalahan itu faktor ketidaktahuan konsep atau ketidaktelitian membaca.
Sebagai alternatif platform belajar yang valid untuk persiapan Ujian Mandiri 2026, siswa bisa mempertimbangkan platform EdTech resmi seperti Ruangguru, Zenius, atau Pahamify dengan memastikan menggunakan versi update 2026.
Selain itu, tersedia pula Simulasi Mandiri yang diselenggarakan langsung oleh kampus, seperti melalui website resmi penerimaan (simak.ui.ac.id atau um.ugm.ac.id) yang terkadang merilis contoh soal tahun lalu secara legal.
Buku bank soal terkini yang memiliki label “Prediksi Akurat 2026” dan dilengkapi akses tryout digital berbasis QR Code juga menjadi opsi tambahan.
Kesimpulannya, mengikuti simulasi TKA di awal tahun 2026 bukanlah sekadar latihan menjawab soal biasa, melainkan sarana adaptasi mental dan strategi untuk menghadapi sistem penilaian IRT yang kompleks.
Meskipun jalur SNBT tidak lagi mengujikan materi akademik ini, penguasaan materi Saintek dan Soshum yang mendalam tetap menjadi tiket emas untuk lolos seleksi di jalur Ujian Mandiri PTN unggulan dan Sekolah Kedinasan.
Para siswa diimbau untuk menggunakan platform terpercaya, menghindari kecurangan, dan fokus sepenuhnya pada pemahaman konsep yang mendalam demi masa depan akademis mereka.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

6 days ago
21














































