Menit.co.id – Gangguan asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) kerap dianggap keluhan sepele yang bisa hilang dengan sendirinya.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, kondisi ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang mengancam jiwa.
Memahami bahaya GERD sejak dini merupakan langkah krusial untuk mencegah kerusakan organ permanen pada tubuh.
Secara medis, GERD terjadi ketika cairan asam dari perut naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berkala.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa terbakar di dada (heartburn), tetapi juga iritasi jangka panjang.
Apa saja Bahaya GERD?
Berikut adalah rincian komplikasi serius yang dapat muncul akibat mengabaikan pengobatan, seperti dikutip dari berbagai sumber medis terpercaya, Sabtu (31/1/2026).
1. Kerusakan Kerongkongan dan Risiko Kanker
Salah satu bahaya GERD yang paling perlu diwaspadai adalah dampaknya pada struktur kerongkongan.
Paparan asam yang terus-menerus dapat menyebabkan Esofagitis, yaitu peradangan, luka, hingga pendarahan pada lapisan dinding kerongkongan.
Akibatnya, penderita akan merasakan nyeri hebat saat menelan dan kesulitan untuk makan.
Selain itu, iritasi kronis dapat memicu pembentukan jaringan parut atau Striktur Esofagus.
Penyempitan ini membuat jalur makanan menjadi sempit, sehingga penderitanya kesulitan menelan makanan padat.
Yang lebih mengerikan adalah risiko terkenanya Esofagus Barrett. Pada kondisi ini, sel-sel normal yang melapisi kerongkongan berubah menjadi sel-sel abnormal akibat asam lambung.
Esofagus Barrett dikategorikan sebagai kondisi prakanker yang memiliki potensi tinggi berkembang menjadi kanker kerongkongan (adenokarsinoma esofagus) jika tidak segera ditangani.
2. Gangguan Sistem Pernapasan dan Gigi
Tidak hanya berhenti di sistem pencernaan, asam lambung yang naik juga dapat mengarah ke saluran pernapasan.
Bahaya GERD lainnya yang sering kali terabaikan adalah masalah pernapasan serius. Asam lambung yang terhirup ke paru-paru dapat menyebabkan iritasi berat, memperparah kondisi asma, memicu batuk kronis, hingga menyebabkan pneumonia aspirasi.
Dampaknya pun merembet ke kesehatan mulut dan gigi. Asam yang mencapai rongga mulut dapat merusak enamel gigi, menyebabkan bau mulut (halitosis) yang tak sedap, serta radang tenggorokan yang kronis.
Selain itu, gejala yang muncul di malam hari seperti rasa sesak atau nyeri ulu hati seringkali mengganggu kualitas tidur, sehingga penderita tidak bisa istirahat dengan cukup.
Tanda Darurat yang Wajib Diketahui
Mengingat bahaya GERD bersifat progresif, masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami tanda-tanda berikut:
- Sulit menelan atau merasakan nyeri saat menelan (disfagia/odinofagia).
- Penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab jelas.
- Mual dan muntah yang terus-menerus terjadi.
- Nyeri dada yang teramat parah atau berkepanjangan.
Adanya darah pada muntahan atau tinja, yang mengindikasikan adanya pendarahan saluran cerna.
Meskipun GERD tidak selalu menyebabkan kematian mendadak, komplikasi jangka panjangnya bersifat destruktif dan sangat mengancam jiwa.
Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan medis yang tepat adalah kunci utama untuk menghindari risiko-risiko fatal tersebut.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

4 days ago
7














































