
Menit.co.id – Media sosial seperti TikTok, X (Twitter), dan Instagram tengah diramaikan oleh kemunculan bintang tak terduga dari Antartika. Seekor penguin Adélie yang terekam berjalan sendirian menjauh dari koloninya mendadak viral dan oleh warganet dijuluki Nihilist Penguin, sebuah simbol yang dianggap merepresentasikan kegelisahan manusia modern.
Fenomena ini bermula dari sebuah video berdurasi singkat yang beredar luas dan telah ditonton ratusan juta kali di berbagai platform. Dalam narasi yang berkembang, penguin tersebut dipersepsikan sebagai gambaran rasa lelah, jenuh, dan keinginan untuk “menarik diri” dari rutinitas hidup yang menekan. Tak sedikit pengguna media sosial yang mengaitkannya dengan pengalaman pribadi mereka menghadapi tekanan ekonomi, tuntutan produktivitas tanpa henti, serta ketidakpastian global.
Cuplikan yang viral itu sejatinya bukan rekaman baru. Adegan tersebut diambil dari film dokumenter karya sutradara legendaris Werner Herzog berjudul Encounters at the End of the World yang dirilis pada 2007. Dalam dokumenter itu, terlihat seekor penguin Adélie tiba-tiba berhenti mengikuti kawanan, berbalik arah, lalu berjalan sendirian menuju pegunungan Antartika dengan jarak sekitar 70 kilometer dari habitatnya.
Perjalanan tersebut kerap disebut sebagai “pawai kematian” atau death march, karena dilakukan tanpa sumber makanan dan hampir pasti berujung fatal bagi satwa itu. Dari sinilah warganet kemudian mengaitkannya dengan istilah nihilisme, sebuah pandangan hidup yang memandang segala sesuatu tidak memiliki makna, tujuan, maupun nilai yang pasti. Label Nihilist Penguin pun melekat dan berkembang menjadi meme global.
Bagi banyak netizen, sosok penguin yang seolah “menjauh dari sistem” itu menjadi cermin kondisi batin mereka. Di tengah maraknya isu burnout, kelelahan mental, dan detasemen emosional, figur penguin yang berjalan sendirian dianggap sangat relevan dengan perasaan generasi masa kini. Popularitas meme tersebut bahkan melampaui ranah hiburan dan menarik perhatian tokoh-tokoh dunia.
Baru-baru ini, akun resmi Gedung Putih turut merespons tren tersebut dengan mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan yang menampilkan Presiden Donald Trump berjalan berdampingan dengan penguin viral itu. Unggahan tersebut sontak memicu beragam reaksi dan semakin memperkuat statusnya sebagai fenomena budaya pop digital.
Namun demikian, para ahli menegaskan bahwa tidak ada dimensi filosofis dalam perilaku satwa tersebut. Secara ilmiah, tindakan penguin yang menyimpang dari koloni tidak berkaitan dengan konsep eksistensial apa pun. Dr. David Ainley, pakar satwa dan peneliti penguin, menjelaskan bahwa kondisi semacam itu bisa terjadi akibat gangguan neurologis, penyakit, atau disorientasi pada kompas internal penguin. Penjelasan sains ini menegaskan bahwa makna simbolik yang dilekatkan pada Nihilist Penguin sepenuhnya merupakan konstruksi manusia, bukan cerminan kesadaran sang satwa.

1 week ago
9














































