Tim Raga Polres Dumai Turun Tangan, Sikat Aksi Premanisme hingga Pungli di Malam Hari

5 days ago 8
Tim Raga Polres Dumai

Menit.co.id – Untuk merespons meningkatnya keresahan masyarakat serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kota Dumai, Riau, tetap berjalan kondusif, jajaran kepolisian setempat mengambil langkah tegas.

Tim Raga Polres Dumai diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh terhadap aksi premanisme, pungutan liar (pungli), dan keberadaan geng motor yang seringkali meresahkan warga.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol M Hasyim Risahondua, menegaskan bahwa kegiatan operasi yang melibatkan gabungan personel ini bertujuan untuk merespons aspirasi masyarakat yang meminta kehadiran negara dalam menjaga keamanan.

Hasyim menjelaskan bahwa Tim Raga Polres Dumai dalam operasinya melibatkan personel gabungan dari dua fungsi utama kepolisian, yakni Samapta dan Reskrim, guna menciptakan efek gentar bagi pelaku kejahatan.

“Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari fungsi Samapta dan Reskrim. Untuk Satuan Samapta dipimpin langsung oleh Ipda Jodhy Pratama dengan kekuatan 17 personel, sedangkan Satuan Reskrim dipimpin oleh Ipda Carlos L. Pasaribu bersama 6 anggotanya,” ujar Hasyim saat ditemui di Dumai, Kamis (29/1/2026).

Sinergi antar-unit tersebut, menurut Hasyim, dilakukan agar penindakan di lapangan dapat berjalan komprehensif, mulai dari tahap pencegahan hingga penegakan hukum terhadap para pelaku yang meresahkan.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang laki-laki berinisial A (48) dan MN (41) yang diduga kuat sebagai pelaku praktik pungutan liar. Dari tangan para tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 410.000.

Selama operasi, Tim Raga Polres Dumai melakukan penyisiran terhadap sejumlah titik lokasi strategis yang sebelumnya telah diidentifikasi sebagai wilayah rawan gangguan keamanan dan sering dijadikan tempat berkumpulnya kelompok-kelompok masyarakat tertentu.

Lokasi-lokasi tersebut meliputi Simpang Purnama di Jalan Wan Amir, area Jembatan Pelindo di Jalan Bahtera, hingga kawasan Simpang Nelayan Resto di Jalan Ring Road.

“Lokasi-lokasi ini menjadi perhatian khusus karena sering menjadi tempat berkumpulnya pemuda maupun area yang rentan terjadi aksi premanisme,” kata Hasyim.

Dalam pendekatan pre-emptif atau pencegahan, petugas melakukan sambang dialogis secara langsung dengan warga.

Personel Tim Raga memberikan imbauan secara humanis agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi kejahatan jalanan serta gangguan keamanan lainnya.

Selain itu, warga diingatkan untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk tindakan premanisme yang mengganggu ketenangan kepada pihak kepolisian terdekat agar dapat ditindaklanjuti.

Langkah preventif juga diperkuat melalui kegiatan patroli rutin yang intensif dan pembangunan komunikasi yang baik dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama setempat.

Petugas mendatangi kelompok-kelompok masyarakat untuk mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing guna meminimalisir ruang gerak para pelaku kejahatan.

“Hal ini dilakukan demi memastikan tidak ada ruang bagi kelompok motor atau oknum tertentu untuk mengganggu kenyamanan warga Kota Dumai,” tegas Hasyim.

Selain imbauan, tim juga melaksanakan penegakan hukum (Gakkum) dengan melakukan pemeriksaan badan dan penggeledahan terhadap individu yang dicurigai.

Penggeledahan dilakukan secara teliti untuk mengantisipasi adanya senjata tajam, narkoba, atau benda berbahaya lainnya yang disimpan pelaku.

“Tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya sterilisasi wilayah dari potensi tindak kriminalitas,” ujarnya.

Bagi mereka yang tertangkap tangan, kepolisian menerapkan pendekatan pembinaan. Keduanya diberikan tindakan fisik terukur dan diwajibkan membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh pihak keluarga mereka agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan oleh Tim Raga Polres Dumai berlangsung dengan lancar tanpa kendala berarti. Kehadiran polisi di lapangan terbukti efektif memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di malam hari,” pungkasnya.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |