Tabung Whip Pink Itu Apa? Temuan di Apartemen Lula Lahfah Ungkap Bahaya Tren Gas Tertentu

4 days ago 7
Tabung Whip Pink Itu Apa

Menit.co.id – Pertanyaan tabung Whip Pink itu apa belakangan ramai diperbincangkan publik, menyusul temuan sebuah tabung berwarna pink di kamar apartemen milik Lula Lahfah.

Keberadaan tabung tersebut kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian sekaligus memicu diskusi luas mengenai tren penyalahgunaan gas tertentu di kalangan anak muda.

Polda Metro Jaya memastikan tengah mendalami asal-usul tabung Whip Pink yang ditemukan di lokasi. Berdasarkan pemeriksaan awal, tabung tersebut diketahui berisi gas nitrous oxide (N₂O) dengan berat sekitar 2.050 gram.

“Kami tentu akan mendalami dari mana asal pesanannya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, dikutip Sabtu, 31 Januari 2026.

Budi menjelaskan, penyidik menemukan indikasi bahwa gas N₂O tersebut dapat diperoleh melalui salah satu platform daring. Menurutnya, platform yang dimaksud kini telah menurunkan akun penjualnya setelah isu ini mencuat ke publik.

“Kemungkinan rekan-rekan juga melihat ada satu platform yang memang menjual itu, dan sekarang akunnya sudah diturunkan,” kata Budi.

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan dengan menggandeng pihak keamanan apartemen untuk melacak jalur masuk tabung tersebut. Polisi juga menyoroti rekaman dan aktivitas penghuni yang berkaitan dengan temuan tersebut.

“Dalam proses pemeriksaan, terlihat ada satu kantung yang dibawa oleh saudari A. Kantung itu berisi tabung pink yang dimaksud,” ujar Budi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menjelaskan bahwa tabung berisi gas N₂O ditemukan saat olah tempat kejadian perkara. Lokasinya berada di kamar asisten Lula Lahfah yang berinisial A.

“Di kamar tersebut kami menemukan tabung berwarna pink. Selanjutnya dilakukan prosedur olah TKP, termasuk pengambilan sidik jari dan DNA, lalu barang bukti dikirim ke Puslabfor Mabes Polri,” jelas Iskandarsyah.

Seiring kasus ini mencuat, publik kembali bertanya-tanya tabung Whip Pink itu apa dan mengapa keberadaannya menjadi sorotan. Dalam beberapa waktu terakhir, media sosial memang diramaikan oleh tren “whipping” atau menghirup gas N₂O, yang juga dikenal sebagai laughing gas. Tren ini bahkan sempat dikaitkan dengan dugaan penyebab kematian seorang influencer muda yang viral di jagat maya.

Awalnya, gas N₂O digunakan secara legal dalam dunia medis sebagai anestesi ringan dan dalam industri pangan sebagai propelan untuk membuat krim kocok. Namun, penggunaannya kini bergeser dan disalahgunakan sebagai sarana mencari sensasi sesaat, terutama di kalangan generasi muda.

Fenomena ini tidak lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan telah berkembang menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang patut diwaspadai.

Apa Sebenarnya Isi Tabung Whip Pink?

Di dalam tabung baja Whip Pink terdapat gas nitrous oxide (N₂O) yang dalam standar internasional bahan pangan dikenal dengan kode E942. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, serta digunakan secara sah dalam beberapa sektor, antara lain:

  • Bidang medis, sebagai agen sedasi dan analgesik ringan, yang selalu diberikan bersama oksigen untuk mencegah hipoksia.
  • Industri pangan, sebagai propelan aerosol untuk pembentukan busa krim dan menjaga stabilitas tekstur.
  • Bidang otomotif, dikenal sebagai NOS, untuk meningkatkan tenaga mesin tertentu.

Lalu, tabung Whip Pink itu apa dalam konteks tren rekreasional? Saat dihirup, gas N₂O bekerja cepat pada sistem saraf pusat, menurunkan rasa nyeri, memberikan efek rileks, dan menimbulkan sensasi euforia singkat. Efek inilah yang membuatnya disalahgunakan.

Meski data spesifik di Indonesia masih terbatas, laporan internasional menunjukkan tren peningkatan penggunaan N₂O untuk tujuan rekreasi. Survei Global Drug Survey 2021 menempatkan N₂O sebagai salah satu zat rekreasional terpopuler ke-10 di dunia.

Di Indonesia sendiri, N₂O tercatat sebagai bahan tambahan pangan yang diizinkan oleh BPOM untuk fungsi tertentu. Dalam dunia medis, penggunaannya pun dibatasi dan berada di bawah pengawasan ketat tenaga kesehatan. Namun, izin tersebut kerap disalahartikan sebagai pembenaran untuk penggunaan bebas di luar konteks yang diatur.

Hingga kini, belum terdapat regulasi khusus yang secara tegas mengatur penyalahgunaan N₂O sebagai zat rekreasional. Celah hukum ini membuat produk berbasis gas tersebut relatif mudah diakses tanpa pengawasan memadai.

Di balik efek singkatnya, bahaya jangka panjang N₂O tergolong serius. Gas ini dapat merusak vitamin B12 dalam tubuh, yang berperan penting dalam menjaga selubung pelindung saraf. Kerusakan berulang dapat memicu neuropati, ditandai kesemutan, mati rasa, gangguan keseimbangan, hingga kelumpuhan permanen.

Meningkatnya penyalahgunaan N₂O juga tidak lepas dari normalisasi perilaku berisiko di media sosial. Banyak konten menampilkan penggunaan gas ini sebagai aktivitas aman dan menyenangkan, tanpa mengungkap dampak jangka panjangnya.

Minimnya literasi kesehatan serta kemudahan akses produk memperparah situasi. Jika dibiarkan, fenomena ini berpotensi menciptakan risiko kesehatan serius bagi generasi muda yang terpapar pengaruh media digital tanpa pemahaman memadai.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |