Menit.co.id – Komando Distrik Militer (Kodim) 0501/Jakarta Pusat mengambil langkah tegas sekaligus humanis dengan menyerahkan bantuan satu unit gerobak es campur lengkap beserta perlengkapannya kepada Suderajat (49).
Pria yang dikenal sebagai penjual es gabus viral ini menjadi korban tuduhan tak menyenangkan dari seorang anggota TNI dan Polri yang mengklaim dagangannya menggunakan spons bantal. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Kamis malam, 29 Januari 2026.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menuturkan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian institusi agar Suderajat dan keluarganya dapat segera bangkit dan kembali menjalankan usaha secara mandiri dari rumah.
“Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Komandan Kodim 0501/JP dan disaksikan oleh Lurah Bojong Gede, Ketua RW, serta Babinsa setempat. Bantuan ini disambut gembira oleh Suderajat yang memang sangat membutuhkan sarana untuk kembali membuka usaha demi mencari nafkah bagi keluarganya,” ujar Donny dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).
Di sisi lain, Donny juga mengumumkan bahwa Kodim 0501/Jakarta Pusat telah menjatuhkan hukuman berat kepada Serda Heri.
Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Utan Kayu tersebut merupakan pihak yang sebelumnya menuduh penjual es gabus viral itu berjualan menggunakan bahan spons.
Donny menjelaskan bahwa hukuman tersebut berupa penahanan yang dijatuhkan seusai Serda Heri menjalani sidang komisi disiplin militer pada pagi hari di hari yang sama.
“Pagi hari ini kami telah melaksanakan sidang hukuman disiplin militer terhadap prajurit kami, Babinsa-03 Koramil 07 Kemayoran Kodim 0501/JP. Hukuman yang dijatuhkan berupa hukuman berat,” tegas Donny.
Ia menegaskan bahwa keputusan tegas ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi untuk memastikan setiap prajurit menjalankan tugas sesuai dengan norma dan etika keprajuritan yang berlaku.
Oleh karena itu, penjatuhan hukuman dilakukan melalui mekanisme yang transparan dan mempertimbangkan seluruh aspek secara objektif serta berkeadilan.
Selain menjalani masa penahanan selama maksimal 21 hari, Serda Heri juga dikenai sanksi administratif sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI Angkatan Darat. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses pembinaan dan penegakan disiplin organisasi secara menyeluruh.
“Setiap proses penanganan pelanggaran prajurit dilaksanakan secara transparan dan profesional, dengan tujuan sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujar Donny.
Ia pun mengingatkan kembali kepada seluruh prajurit Babinsa untuk senantiasa menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam pelaksanaan tugas, serta mengedepankan pendekatan yang humanis karena TNI adalah bagian dari rakyat.
Melalui penegakan disiplin ini, pihaknya berharap dapat memperkuat lagi kepercayaan masyarakat terhadap profesionalisme TNI Angkatan Darat, termasuk dalam merespons kasus yang menimpa penjual es gabus viral tersebut.
Sebelumnya, pihak TNI bersama Polri telah mendatangi rumah Suderajat di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (28/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Babinsa Utan Panjang Sersan Dua (Serda) Heri dan Babinkamtibnas Ikhwan Mulachela hadir untuk meminta maaf secara langsung.
Berdasarkan video yang beredar, pertemuan damai tersebut berlangsung di salah satu mushala dekat kontrakan Suderajat.
Keduanya tampak sungguh-sungguh memohon maaf kepada penjual es gabus viral itu atas kesalahpahaman yang menimbulkan kerugian materil dan psikologis.
“Izin saya Ikhwan bersama Pak Heri datang kemari didampingi teman-teman, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai bapak,” ucap Ikhwan dengan rendah hati.
Ikhwan juga mendoakan agar Suderajat senantiasa diberi keberkahan dalam usahanya dan berharap tidak ada masalah lagi di kemudian hari. Saat itu, ia menjabat tangan Suderajat yang didampingi oleh sang istri.
Tak lama kemudian, Heri juga melakukan hal yang sama. Ia bersalaman dan memohon maaf dengan tulus kepada Suderajat.
“Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke Pak Suderajat. Saya minta maaf yang paling dalam ya Pak, sehat selalu,” ucap Heri menutup momen permintaan maaf tersebut.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

5 days ago
9














































