Menit.co.id – Sejumlah pebalap MotoGP alumni VR46 Riders Academy terlihat membuntuti legenda balap Valentino Rossi ke Pertamina Mandalika International Circuit atau Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa (27/1/2026).
Rombongan ini terdiri dari nama-nama besar seperti Luca Marini, Franco Morbidelli, Francesco Bagnaia, Marco Bezzecchi, Celestino Vietti, Andrea Migno, Matteo Gabarrini, serta Fabio Di Giannantonio yang mewakili program Pertamina Enduro VR46 Riders Academy.
Kedatangan mereka dibagikan melalui unggahan di akun Instagram resmi VR46 Riders Academy, @vr46ridereacademyofficial. Dalam postingan tersebut, para pebalap tampak melakukan berbagai kegiatan, mulai dari menyapa pebalap muda Indonesia, memamerkan produk oli Pertamina Enduro, hingga menjelajahi area Sirkuit Mandalika.
Namun, agenda menjajal lintasan Mandalika harus tertunda karena hujan deras yang turun. Hal ini membuat rencana track day pada hari pertama batal dilaksanakan. “Hari pertama di Mandalika. Cuaca tidak memihak kami. Hujan dan tidak ada waktu treck hari ini,” tulis akun @vr46ridereacademyofficial, dikutip detikBali, Rabu (28/1/2026).
Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyampaikan apresiasi atas kedatangan para pebalap MotoGP tersebut. Ia menegaskan, kehadiran program Pertamina Enduro VR46 Riders Academy di Indonesia sejalan dengan visi Mandalika sebagai pusat pengembangan motorsport nasional berstandar internasional.
Priandhi menekankan bahwa Sirkuit Mandalika dibangun tidak hanya untuk ajang balap internasional, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran dan pembinaan berkelanjutan bagi talenta muda tanah air.
“Mandalika bukan hanya arena kompetisi, tetapi juga tempat pembinaan motorsport. Kolaborasi Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy ini menunjukkan bagaimana ekosistem balap dapat dibangun secara utuh, dari pembalap, mekanik, hingga mentalitas profesional,” ungkapnya melalui keterangan resmi.
Lebih jauh, Priandhi menjelaskan, pemanfaatan sirkuit untuk kegiatan pembinaan akan terus diperluas. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Indonesia untuk menembus level tertinggi dunia balap motor.
“Semakin sering Mandalika digunakan untuk training, coaching clinic, dan program akademi internasional, semakin besar pula peluang lahirnya pembalap Indonesia yang siap bersaing di level global. Inilah legacy jangka panjang yang ingin kami bangun dari Mandalika,” pungkas Priandhi.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

1 week ago
13














































