Mobil Iuran Keluarga, Novel Karya Mulianapku Bikin Emosi Pembaca

3 days ago 7

Menit.co.id – Dunia literasi digital Tanah Air kembali dihebohkan dengan munculnya sebuah novel berjudul Mobil Iuran Keluarga karya Mulianapku yang mendadak viral dan menduduki perhatian pembaca.

Karya fiksi yang diterbitkan pada 28 Januari 2026 lalu ini berhasil mencuri minat publik, terbukti dengan angka pembaca yang telah menembus 127,9 ribu kali di situs novel populer, KBM.

Alur cerita yang mengisahkan konflik keluarga dan intrik kehidupan rumah tangga menjadi daya tarik utama mengapa novel ini begitu banyak dicari dan dibaca hingga tuntas.

Novel ini memuat total 20 bab yang menawarkan alur yang makin seru di setiap bagiannya.

Bagi Anda yang penasaran dengan isi ceritanya, berikut adalah ulasan mendalam mengenai sinopsis dan potongan adegan yang memicu rasa penasaran pembaca terhadap kisah Mobil Iuran Keluarga.

Sinopsis Mobil Iuran Keluarga: Ketidakadilan dalam Keluarga

Inti cerita berputar pada kehidupan seorang wanita bernama Hana yang diperlakukan tidak adil oleh keluarga suaminya. Mertua Hana melarangnya untuk menaiki mobil yang sebenarnya dibeli secara patungan atau iuran keluarga. Parahnya, suami Hana yang bernama Indra juga tidak membela istrinya, justru menyarankan Hana untuk menggunakan taksi online saja. Mereka meremehkan Hana, menganggapnya bodoh, dan beranggapan bahwa perempuan itu pasti akan mengalah dan menerima perlakuan tersebut.

Namun, dugaan mereka salah besar. Hana menyimpan rahasia besar dan kekuatan yang selama ini tidak mereka sangka.

Plot Twist Kekayaan Tersembunyi

Dalam salah satu bagian cerita yang banyak dibagikan warganet, diceritakan momen ketika sebuah truk towing datang ke rumah Hana. Seorang supir turun dan menyerahkan kunci mobil dengan sangat sopan. Di depan Hana, terparkir sebuah SUV hitam metalik yang harganya dipastikan lima kali lipat lebih mahal dibandingkan mobil iuran milik Indra. Mobil tersebut masih tercium bau pabrik, bahkan pelindung plastik joknya belum dilepas.

“Ini unit paling tinggi, Bu Hana. Sesuai permintaan, semua berkas sudah atas nama Ibu,” ujar Pak Darma, asisten yang mengantar mobil, sambil terlihat gelisah melihat kondisi rumah Hana yang sederhana.

Hana menyuruh Pak Darma merahasiakan keberadaannya. “Saya hanya sedang cuti panjang, Pak Darma. Cuti dari kenyataan,” jawab Hana dingin. Setelah itu, ia mengajak putrinya, Yasmin, untuk menikmati fasilitas mobil barunya. Mereka pergi ke mal, bermain di taman bermain, membeli pakaian, dan menikmati spa. Sebagai ibu yang merasa selalu direndahkan, Hana ingin memanjakan diri sejenak.

Usai berbelanja, Hana memarkir mobil mewahnya di garasi samping yang selama ini kosong dan menutupnya dengan terpal tua. Ia belum ingin keluarga besannya mengetahui kekayaannya. Hana ingin melihat seberapa jauh mereka akan terus merendahkan harga dirinya.

Konflik Puncak: Makan Malam dan Ejekan

Sore harinya, keluarga besar Indra pulang dengan riang. Mereka baru saja pulang dari pesta menggunakan mobil iuran. Siska, adik Indra, dengan bangganya bercerita bahwa semua orang memandang mobil mereka. Indra masuk rumah dengan wajah sumringah yang berubah datar saat melihat istrinya.

“Kamu nggak ke pesta tadi? Sayang banget, padahal makanannya enak-enak,” tanya Indra tanpa rasa bersalah, seolah menertawakan nasib Hana yang tertinggal.

Bu Yuni, mertua Hana, ikut berkomentar sinis. “Halah, gitu aja baper. Kamu kan bisa naik taksi online, kalau nggak pakai motor kalau mau.” Ia kemudian meminta Hana segera menyiapkan makanan karena lapar, padahal mereka baru saja dari pesta.

Hana, yang sudah muak dengan perlakuan mereka, menolak memasak. Ia menyatakan uang dapur habis untuk ongkos taksi pulang pergi yang mahal. Hal ini membuat Indra murka dan menggebrak meja.

“Jaga mulutmu, Hana! Besok, Siska mau pakai mobil itu buat antar temen-temennya arisan. Kamu cuci mobilnya sekarang,” perintah Indra, memperlakukan istrinya seperti pembantu.

Ketika Hana menyatakan ingin menggunakan mobil itu karena ada keperluan, Siska dan mertuanya menolak mentah-mentah. Mereka merasa Hana tidak punya urusan penting selain ke pasar. Indra bahkan mengancam Hana agar tidak menyentuh kunci mobil iuran tersebut.

Pembalasan Hana

Keesokan paginya, ketika Siska sibuk memanaskan mesin mobil iuran, Hana keluar menuju garasi samping. Ia menarik terpal tua yang menutupi SUV hitam miliknya.

Siska yang melihat mobil mewah itu langsung melongo. “Mbak… itu mobil siapa?!”

Dengan tenang, Hana menekan tombol keyless dan masuk ke dalam mobil. “Bukan urusanmu. Oh ya, hati-hati ya pakai mobil iurannya. Jangan sampai mogok di jalan.”

Hana kemudian mengambil Yasmin dan berniat pergi ke pasar menggunakan mobil barunya. Namun, ketika baru saja menempatkan Yasmin di kursi, Bu Yuni berlari keluar sambil berteriak kencang, seolah menyadari sesuatu yang luar biasa telah terjadi.

Kejadian ini menjadi salah satu puncak emosional dalam cerita Mobil Iuran Keluarga yang membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan hubungan Hana dan keluarga besarnya.

Bagi Anda yang ingin mengetahui akhir dari kisah Mobil Iuran Keluarga ini secara lengkap, novel tersebut sudah tersedia di platform KBM dengan total 20 bab yang bisa Anda baca. Popularitas cerita Mobil Iuran Keluarga ini membuktikan bahwa tema cerita mengenai keadilan dan pembalasan dalam rumah tangga selalu berhasil menyentuh hati pembaca.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |