Bahaya Vape bagi Kesehatan. Foto: klikdokter.com
Menit.co.id – Popularitas rokok elektrik atau vape kerap kali disertai narasi marketing yang mengklaim produk ini lebih aman dibandingkan tembakau konvensional.
Namun, anggapan tersebut terbantahkan oleh sejumlah temuan medis terkini. Di balik varian rasa yang menarik dan uap yang tampak ringan, tersembunyi racun mematikan yang siap menggerogoti tubuh penggunanya.
Mengutip dari berbagai sumber, Sabtu (31/1/2026) Para ahli kesehatan mewaspadai masyarakat akan realitas pahit bahwa bahaya Vape bagi kesehatan sangat nyata dan berpotensi fatal.
Organ pernapasan menjadi sasaran utama dari serbuan bahan kimia beracun ini. Cairan pada vape tidak hanya mengandung nikotin, tetapi juga vitamin E asetat dan akrolein.
Ketika dipanaskan dan dihirup, zat-zat ini dapat memicu kerusakan paru-paru akut atau yang dikenal dengan EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury).
Kondisi ini berawal dari iritasi pernapasan ringan, namun dapat berkembang pesat menjadi asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), hingga gagal napas total yang mengancam jiwa.
Selain merusak paru-paru, pengaruh nikotin dalam vape juga berdampak buruk pada struktur kognitif manusia, terutama remaja.
Paparan nikotin yang terus-menerus merangsang otak untuk melepaskan dopamin, zat pencipta rasa senang yang memicu kecanduan kuat.
Pada usia remaja hingga 25 tahun, otak masih dalam tahap pertumbuhan kritis. Karena itu, bahaya Vape bagi kesehatan sangat berpengaruh pada perkembangan saraf, yang dapat menyebabkan gangguan memori, penurunan konsentrasi, hingga ketidakstabilan emosi yang permanen.
Tidak berhenti di sana, organ kardiovaskular juga berada dalam zona merah. Nikotin bersifat vasokonstriktor, yaitu menyempitkan pembuluh darah, sehingga memaksa jantung bekerja lebih keras dengan memompa darah lebih cepat.
Peningkatan tekanan darah dan denyut jantung ini secara langsung meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, bahkan pada mereka yang sebelumnya sehat.
Lebih mengkhawatirkan lagi, proses pemanasan pada elemen pemanas (coil) vape memicu terbentuknya partikel ultra halus yang mengandung logam berat seperti timbal, nikel, dan timah, serta senyawa karsinogenik seperti formaldehida.
Zat ini adalah biang keladi kanker. Kehadiran bahan-bahan kimiawi ini semakin memperkuat bukti bahwa bahaya Vape bagi kesehatan setara dengan racun kanker yang bisa menyerang paru-paru, mulut, dan tenggorokan.
Kelompok rentan lainnya adalah ibu hamil dan janin. Paparan uap vape yang mengandung nikotin dapat menembus plasenta, meningkatkan risiko keguguran, kehamilan prematur, serta cacat perkembangan pada janin.
Sementara itu, pengguna aktif seringkali mengabaikan efek samping langsung seperti mulut kering, batuk kronis, dan iritasi tenggorokan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mengakhiri perdebatan seputar keamanan produk ini, vape tidaklah lebih aman dari rokok biasa. Dampak kumulatif dari racun yang terhirup tersebut menimbulkan risiko kesehatan serius yang tidak bisa dianggap remeh.
Menyadari sepenuhnya bahaya Vape bagi kesehatan adalah langkah awal yang krusial untuk melindungi diri dan generasi penerus dari ancaman penyakit kronis yang mengintai di masa depan.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

4 days ago
8














































