Menit.co.id – Sebuah link video teh pucuk viral berdurasi 1 menit 50 detik kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah narasi “sebotol teh pucuk jadi gerah” mengundang rasa penasaran warganet.
Video ini memicu ragam komentar dan diskusi, meski konteks aslinya tidak jelas.
Pada Jumat (13/2/2026), cuplikan video menampilkan seorang pria dan wanita santai di kamar sambil menikmati teh pucuk.
Video ini pertama kali beredar melalui unggahan anonim yang menyertakan tautan eksternal, tanpa sumber resmi maupun klarifikasi dari platform manapun.
Unggahan awal menyebar cepat melalui grup pesan dan kolom komentar, memancing rasa ingin tahu pengguna hanya dalam hitungan jam.
Akun yang membagikan tautan kemudian mengarahkan pengakses ke halaman pihak ketiga, bukan pemutar video bawaan aplikasi populer, menimbulkan risiko keamanan digital.
Beberapa tautan meminta izin login ulang atau pengunduhan file, pola yang sering dipakai untuk phishing dan pencurian data perangkat.
Praktik ini umum digunakan jaringan penipu untuk menyisipkan malware ringan sekaligus mengalihkan trafik ke situs dengan iklan agresif.
Hingga kini, belum ada rilis resmi dari platform besar mengenai video tersebut. Potongan klip terus beredar tanpa konteks waktu yang jelas.
Nama teh pucuk digunakan sebagai umpan judul, bukan sebagai promosi merek atau kampanye resmi perusahaan minuman.
Pengguna disarankan menahan diri untuk tidak mengklik tautan secara impulsif, memeriksa alamat domain, serta mengaktifkan proteksi bawaan sebelum membuka halaman mencurigakan.
Menghapus cache peramban dan mengganti sandi juga disarankan untuk meminimalkan risiko bila data telah sempat dimasukkan.
Aspek hukum menjadi poin krusial terkait penyebaran konten viral pribadi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sanksi tegas menanti pihak yang mendistribusikan atau mentransmisikan konten yang melanggar kesusilaan.
Pihak berwajib menegaskan bahwa tidak hanya pembuat konten, tetapi juga individu yang ikut serta menyebarkan, mengunggah ulang, atau menyimpan untuk distribusi ulang dapat dijerat hukum.
Literasi digital dan kesadaran hukum menjadi benteng utama masyarakat dalam menghadapi konten viral berisiko, termasuk link video teh pucuk viral yang kini ramai diperbincangkan.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

2 hours ago
1














































