Penyebab Bencana Longsor Cisarua. Foto: suara.com
Menit.co.id – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) saat ini tengah menyusun kajian mendalam mengenai peristiwa yang menggemparkan masyarakat, yakni bencana longsor Cisarua, khususnya di kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mengidentifikasi secara akurat faktor-faktor pemicu bencana, sekaligus memetakan potensi risiko longsor yang lebih luas di wilayah Jawa Barat.
Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa hasil kajian tersebut nantinya akan diintegrasikan ke dalam dokumen revisi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).
Menurutnya, dokumen tersebut sangat krusial disusun sebagai fondasi langkah antisipatif guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang yang dapat mengancam keselamatan warga.
“Menteri memerintahkan kepada kami untuk segera melakukan langkah-langkah antisipatif, jadi kami akan lakukan fokus kajian landscape bersama ITB,” ujar Rasio di Bandung, belum lama ini.
Dalam penjelasannya, Rasio menguraikan bahwa ruang lingkup kajian ini mencakup analisis faktor penyebab dan pemicu bencana alam, mulai dari longsor hingga banjir.
Ia menyoroti bahwa wilayah Jawa Barat memiliki tingkat kerentanan bencana yang tergolong tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang serius berbasis tata kelola lingkungan dan tata ruang yang lebih efektif untuk meminimalisir dampak bencana longsor Cisarua dan daerah sekitarnya.
Tidak hanya sebatas kajian teoretis, KLH juga menyiapkan langkah konkret di bidang penegakan hukum terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
Rasio mengungkapkan bahwa pelanggaran tata ruang masih kerap ditemukan di sejumlah daerah yang masuk kategori rawan bencana, sehingga memerlukan tindakan tegas.
“Seperti tahun kemarin di DAS Ciliwung ya. Bekasi, Bogor, Jakarta, banjir. Kami lakukan juga langkah-langkah penindakan pelanggaran hukum, penghentian kegiatan di Puncak waktu itu kita bersama Gubernur KDM,” ungkap dia mengutip pengalaman penindakan sebelumnya.
Lebih lanjut, Rasio menambahkan bahwa KLH akan segera menugaskan tim pengawasan khusus untuk turun ke sejumlah lokasi prioritas di Jawa Barat.
Salah satu fokus utama pengawasan adalah Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang menjadi lokasi terjadinya musibah longsor yang menyebabkan puluhan warga dilaporkan hilang.
Tim ini ditujukan untuk memastikan bahwa rekomendasi teknis pasca bencana longsor Cisarua dapat diimplementasikan dengan baik serta mengawasi potensi pelanggaran lain yang dapat memperparah kerusakan lingkungan.
“Baik lokasi yang kemarin kejadian di Cisarua, Bandung Barat maupun lokasi-lokasi lain. Kami sedang menyiapkan tim untuk mengantisipasi ini,” tegas dia, menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani risiko bencana longsor Cisarua dan mitigasi bencana lingkungan lainnya.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

5 days ago
10














































