Isu Prabowo Mengakui Israel Viral, Ini Klarifikasi Lengkap Berdasarkan Fakta Resmi

3 days ago 9
Prabowo Mengakui Israel

Menit.co.id – Isu Prabowo mengakui Israel belakangan ini ramai diperbincangkan di ruang publik dan media sosial.

Narasi tersebut menyebar dengan cepat dan memicu perdebatan luas, mulai dari klaim Prabowo pro-Israel hingga tudingan bahwa Indonesia mengubah sikap politik luar negerinya.

Namun, benarkah informasi itu sesuai dengan fakta yang sebenarnya?

Dalam beberapa hari terakhir, publik disuguhi potongan video dan narasi bombastis yang menyebut Prabowo mengakui Israel tanpa syarat.

Potongan tersebut beredar masif di berbagai platform digital dan kerap disertai opini yang menyudutkan, seolah-olah Presiden Prabowo Subianto mengabaikan penderitaan rakyat Palestina.

Untuk meluruskan isu tersebut, penting melihat konteks pernyataan secara utuh. Video yang beredar merupakan cuplikan wawancara Presiden Prabowo setelah menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 24 September 2025.

Artinya, pernyataan itu bukan disampaikan baru-baru ini, melainkan dipotong dari konteks waktu dan isi yang lebih luas.

Potongan wawancara yang disebarkan hanya menampilkan bagian ketika Prabowo menyinggung soal jaminan keamanan Israel.

Cuplikan inilah yang kemudian dipelintir untuk membangun narasi Prabowo mengakui Israel secara sepihak, tanpa menyertakan penjelasan lengkap mengenai sikap resmi Indonesia.

Padahal, dalam pernyataan utuhnya, Presiden Prabowo dengan tegas menekankan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Ia mendorong penyelesaian konflik melalui solusi dua negara, dengan syarat adanya pengakuan timbal balik, penghormatan kedaulatan, serta jaminan keamanan bagi Palestina dan Israel dalam kerangka perdamaian yang adil.

“Alhamdulillah saya menggunakan panggung itu untuk menyampaikan sikap Indonesia, terutama mendorong penyelesaian konflik di semua tempat.

Tapi yang paling utama bagi kita, kita sangat merasakan jeritan penderitaan rakyat Gaza,” ujar Prabowo dalam wawancara tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa perdamaian hanya mungkin terwujud jika semua pihak saling mengakui dan menjamin keamanan, bukan sebagai bentuk keberpihakan sepihak.

Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB pada 24 September 2025 bahkan secara jelas menyoroti tragedi kemanusiaan di Gaza.

Dalam pidatonya, ia menggambarkan penderitaan warga sipil Palestina dan mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa klaim Prabowo mengakui Israel tanpa membela Palestina adalah kesimpulan yang tidak utuh dan menyesatkan.

“Situasi di Gaza masih sedang terungkap di depan mata kita. Orang-orang tak berdosa menangis dan meminta tolong untuk diselamatkan,” kata Prabowo, seraya mempertanyakan sikap dunia internasional terhadap krisis kemanusiaan yang terus berlangsung.

Pernyataan ini menegaskan konsistensi sikap Indonesia yang sejak lama mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Dengan demikian, isu Prabowo mengakui Israel yang beredar luas di media sosial lebih merupakan hasil dari pemotongan konteks dan framing yang tidak lengkap.

Fakta menunjukkan bahwa posisi Indonesia tetap berada pada jalur diplomasi damai, mendorong solusi dua negara, serta memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina tanpa mengabaikan prinsip perdamaian global.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih kritis dan waspada terhadap disinformasi. Memeriksa sumber, waktu pernyataan, serta konteks lengkap menjadi langkah penting agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif.

Di era arus informasi yang cepat, kehati-hatian dalam menyerap isu sensitif seperti Prabowo mengakui Israel menjadi kunci menjaga ruang publik tetap sehat dan berimbang.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |