Ini Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban untuk Memohon Ampunan dan Kelapangan Rezeki

2 days ago 5
Doa Malam Nisfu Syaban

Menit.co.id – Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu momen sakral yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Pada malam pertengahan bulan Syaban 2026 ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, baik berupa puasa sunnah, shalat malam, hingga memperbanyak doa dan permohonan kepada Allah SWT.

Dalam tradisi keagamaan masyarakat Nusantara, terdapat satu amalan khusus yang biasa dilakukan, yaitu membaca doa malam Nisfu Syaban dengan lafaz yang sangat populer diawali dengan “Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika”.

Berdasarkan keterangan dari ulama besar Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab ad-Durr al-Mantsur (Juz 4, Hal. 661), tradisi membaca doa ini memiliki landasan riwayat yang kuat.

Doa tersebut termaktub dalam Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah serta kitab ad-Dua karangan Ibnu Abi ad-Dunya yang bersumber dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu.

Keutamaan dari membaca doa ini sangat besar, di mana disebutkan bahwa seseorang yang mengamalkannya akan senantiasa dilapangkan rezekinya oleh Allah SWT serta dipenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Meski memiliki akar riwayat yang kuat, redaksi doa malam Nisfu Syaban yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia mengalami sedikit perbedaan jika dibandingkan dengan teks yang tertulis dalam kitab karya as-Suyuthi.

Namun, para ulama menegaskan bahwa perbedaan tersebut tidak menjadi masalah karena pada hakikatnya doa adalah permohonan pribadi yang tidak terikat pada formulasi baku.

Umumnya, masyarakat Indonesia merujuk pada pedoman yang tertuang dalam kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi terdahulu, Syekh Sayyid Utsman bin Yahya.

Doa Malam Nisfu Syaban: Arab, Latin dan Artinya

Berikut adalah lafaz doa lengkap sebagaimana tercantum dalam kitab Maslakul Akhyar yang sering dibaca sebagai amalan doa malam Nisfu Syaban:

Bacaan Arab:

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Bacaan Latin:

Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au muqattarīna ‘alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī ‘indaka su‘adā’a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.

Arti atau Terjemahan:

“Wahai Tuhanku yang Maha Pemberi, kepada-Mulah karunia itu, sedangkan Engkau tidak diberi siapa pun. Wahai Tuhan yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan yang mempunyai kekuasaan dan karunia. Tiada Tuhan selain Engkau, tempat bergantung orang-orang yang memohon, pelindung orang-orang yang memohon perlindungan, dan tempat aman bagi orang-orang yang takut. Wahai Tuhanku, jika Engkau telah mencatatku di sisi-Mu di dalam Lauh Mahfuzh sebagai orang yang sengsara, orang yang terhalang dari rahmat-Mu, atau orang yang sempit rezekinya, maka hapuskanlah, ya Tuhanku, di dalam Lauh Mahfuzh kecelakaanku, ketertutupanku (dari rahmat), dan kesempitan rezekiku. Dan tulislah aku di sisi-Mu sebagai orang yang bahagia, orang yang diberi rezeki, dan orang yang diberi taufik untuk melakukan kebaikan. Sesungguhnya Engkau telah berkata dan perkataan-Mu adalah benar di dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada lidah Nabi-Mu yang diutus: ‘Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah induk dari semua kitab (Lauh Mahfuzh).’ Dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga beliau, dan sahabat beliau, serta keselamatan. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, hal. 77-80).

Dalam tata cara pelaksanaannya, doa ini umumnya dibaca secara berselang-seling setelah selesai membaca Surat Yasin.

Pada malam Nisfu Syaban, umat Muslim dianjurkan membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan tiga niat yang berbeda. Yasin yang pertama dibaca dengan niat agar dipanjangkan umur dalam ketaatan kepada Allah.

Yasin yang kedua dibaca dengan niat agar dianugerahi rezeki yang halal dan berkah. Sedangkan Yasin yang ketiga dibaca dengan niat agar diberi kematian yang husnul khatimah serta kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Setelah selesai membaca setiap satu kali Surat Yasin tersebut, doa malam Nisfu Syaban ini kemudian dibaca sebagai penutup dan permohonan khusus.

Selain amalan membaca Yasin dan doa-doa mustajab ini, para ulama juga menyarankan agar di malam Nisfu Syaban kita memperbanyak istighfar, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta bersedekah sebagai wujud syukur dan kepedulian terhadap sesama.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |