Heboh Isu Es Gabus Berbahan Spons, Klarifikasi Terbaru Ungkap Kisah Bapak Penjual Es Gabus Suderajat

1 week ago 10
Bapak Penjual Es Gabus

Menit.co.id – Isu dugaan penggunaan bahan spons pada jajanan es gabus atau es kue yang dijual di kawasan Kemayoran sempat memicu kegaduhan publik. Sosok bapak penjual es gabus yang bernama Suderajat menjadi pusat perhatian setelah video tudingan tersebar luas di media sosial.

Suderajat kemudian menjadi korban arogansi oknum anggota TNI dan Polri yang menuding produknya berbahaya, tanpa terlebih dahulu melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kebenaran klaim tersebut.

Menanggapi ramainya perbincangan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi, memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat. Pernyataan itu disampaikan melalui video resmi yang dirilis Polres Metro Jakarta Pusat pada Selasa (27/1/2026).

“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar Ikhwan.

Ikhwan menjelaskan bahwa tindakan tersebut bermula dari laporan warga yang merasa khawatir mengenai kemungkinan beredarnya makanan yang dianggap membahayakan kesehatan. Respons cepat dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab aparat untuk memastikan keamanan lingkungan.

“Kami merespons laporan tersebut dengan niat mengedukasi dan melindungi masyarakat, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan warga merasa aman saat membeli makanan di lingkungannya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa langkah cepat yang diambil semata-mata untuk mencegah potensi risiko, jika dugaan tersebut benar. “Dalam situasi itu, kami hanya berusaha menjalankan tugas secepat mungkin demi mencegah kemungkinan bahaya,” lanjutnya.

Meski begitu, Ikhwan mengakui adanya kekeliruan dalam proses penanganan kasus. Ia menilai dirinya terlalu terburu-buru menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari instansi berwenang seperti Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kedokteran Kepolisian, maupun Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

“Prosedur klarifikasi dan verifikasi seharusnya dilakukan lebih dahulu sebelum informasi disampaikan ke publik. Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada bapak penjual es gabus Suderajat, pedagang yang terdampak langsung. Tidak ada maksud sedikit pun untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau,” tegas Ikhwan.

Ia juga menyadari bahwa informasi yang sudah viral di media sosial dan media massa berpotensi memberikan dampak besar terhadap kehidupan Suderajat. Pedagang kecil asal Kampung Panjang, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu diketahui menggantungkan hidup dari hasil berjualan es.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman serta menjadi pembelajaran bagi aparat agar ke depan setiap penanganan laporan masyarakat tetap mengutamakan kehati-hatian, akurasi, dan prosedur resmi. Ikhwan menekankan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi, demi melindungi reputasi masyarakat dan khususnya bapak penjual es gabus yang tak bersalah.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |