Harga Emas Dunia Diprediksi Terus Menguat di 2026, Bisa Tembus USD 6.000 per Ons

1 week ago 11
Harga Emas Dunia

Menit.co.id – Penguatan harga emas dunia diperkirakan akan berlanjut sepanjang 2026, seiring meningkatnya permintaan aset lindung nilai akibat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Faktor tambahan seperti ekspektasi penurunan suku bunga AS dan pembelian agresif oleh bank sentral juga menjadi pendorong utama.

Mengutip laporan Reuters, Selasa (28/1), analis dari Deutsch Bank dan Societe Generale memproyeksikan harga emas dunia berpotensi menembus angka USD 6.000 per troy ons (31,1 gram) pada 2026. Proyeksi ini menunjukkan ruang kenaikan yang masih signifikan di pasar global.

Pada Selasa (27/1), harga emas dunia naik menembus rekor baru di level USD 5.100 per troy ons. Lonjakan ini dipicu oleh ketidakpastian kebijakan pemerintahan Donald Trump yang mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas batangan.

Secara rinci, harga emas spot tercatat naik 1,2 persen menjadi USD 5.073,52 per troy ons pada pukul 11.55 waktu setempat.

Sebelumnya, Senin (26/1), emas sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 5.110,50 per troy ons.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari sedikit turun 0,2 persen menjadi USD 5.071,20 per troy ons.

Di tengah kondisi ini, seorang pejabat AS pada Senin (26/1) menyatakan bahwa Amerika Serikat terbuka untuk berkomunikasi jika Iran ingin menghubungi Washington, setelah Presiden Trump kembali melontarkan peringatan kepada Teheran.

Investor kini menantikan rapat kebijakan Federal Reserve yang dimulai Selasa (27/1). Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya, sementara pasar juga menunggu kepastian terkait pengganti Ketua The Fed, Jerome Powell.

Selain emas, harga logam mulia lain juga mengalami fluktuasi. Harga perak spot melonjak 7,4 persen ke USD 111,59 per ons, setelah mencetak rekor USD 117,69 per ons pada Senin (26/1).

Sepanjang tahun ini, perak telah meningkat lebih dari 50 persen. Namun, BMI, unit dari Fitch Solutions, memproyeksikan harga perak akan melemah dalam beberapa bulan ke depan karena pasokan mulai melonggar dan permintaan industri di China menurun seiring perlambatan ekonominya.

Sementara itu, harga platinum spot turun 3,1 persen ke USD 2.673,50 per ons setelah sempat menembus rekor USD 2.918,80 per ons pada sesi sebelumnya.

Di sisi lain, harga paladium naik 2,2 persen menjadi USD 2.025,60 per ons, menunjukkan pergerakan yang berbeda di pasar logam mulia global.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |