Evakuasi Bencana Longsor Cisarua Hari ke-7: Total 19 Ekskavator Dikerahkan untuk Temukan 25 Korban Masih Hilang

5 days ago 10
Bencana Longsor Cisarua Bencana Longsor Cisarua. Foto: metrotvnews.com

Menit.co.id – Upaya pencarian dan evakuasi pasca-tragedi yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, kini memasuki hari ketujuh pada Jumat, 30 Januari 2026.

Tim SAR gabungan kembali mengonsolidasikan seluruh kekuatan personel dan secara signifikan menambah jumlah armada alat berat untuk mempercepat proses penanganan di lokasi kejadian.

Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, menegaskan bahwa fokus operasi pada hari ini masih tertuju pada sektor yang sama dengan hari sebelumnya, yakni di area pencarian Site A1 dan A2.

Operasi di kedua titik tersebut sebelumnya mengalami kendala serius akibat buruknya kondisi cuaca pada hari keenam.

“Pagi ini, setelah selesai melaksanakan apel pagi, kami telah mengonsolidasikan seluruh personel di hari ketujuh operasi penanganan bencana longsor Cisarua. Kegiatan pencarian akan tetap berpusat pada Site A1 dan A2 seperti kemarin, yang sempat terhambat karena faktor cuaca ekstrem,” ujar Yudhi saat memimpin briefing di Posko Basarnas, Desa Pasirlangu, Jumat (30/1/2026).

Yudhi menyampaikan harapan besar agar kondisi meteorologi hari ini lebih bersahabat dibandingkan sebelumnya, sehingga tim di lapangan dapat bekerja secara optimal.

Pasalnya, cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi para penyelamat dalam menembus tumpukan material longsor.

“Hari ini kami berdoa agar cuaca menjadi lebih baik dari kemarin, sehingga kita bisa maksimal dalam melakukan evakuasi,” sambungnya.

Dalam rangka memperkuat daya dobrak terhadap massa tanah, Basarnas mendatangkan tambahan dukungan alat berat.

Dua unit ekskavator baru langsung dikerahkan dan diposisikan secara strategis di perbatasan antara Site A2 dan A3.

Dengan penambahan ini, total kini terdapat 19 unit ekskavator yang beroperasi secara simultan di lokasi bencana longsor Cisarua.

“Sebagai informasi, pagi ini kita menerima tambahan dua unit alat berat jenis ekskavator. Alat tersebut akan kita geser posisinya ke perbatasan antara sektor A2 dan A3 untuk memperluas jangkauan pencarian,” jelas Yudhi.

Meskipun terjadi penambahan alat berat, komposisi serta pembagian personel SAR gabungan tidak mengalami perubahan.

Seluruh anggota tim tetap disebar di sektor-sektor yang telah ditentukan sesuai dengan rencana operasi yang disepakati bersama untuk menjaga efektivitas kerja.

“Untuk personel perkuatan sudah dibagi per sektor dan tidak ada perubahan, sama seperti kemarin. Mereka sudah hafal medan masing-masing,” kata Yudhi.

Di tengah kesulitan lapangan, Yudhi juga memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat agar proses pencarian ini dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil maksimal.

Ia menekankan bahwa setiap detik waktu sangat berharga bagi keluarga korban yang menunggu kepastian.

“Kami tetap memohon doa dari rekan-rekan semua. Semoga apa yang kita kerjakan di lapangan bisa berjalan maksimal dan membuahkan hasil untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” ungkapnya dengan nada rendah.

Berdasarkan data resmi yang diperbarui per Kamis, 29 Januari 2026, total korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia tercatat sebanyak 55 jenazah.

Sementara itu, upaya pencarian masih difokuskan untuk menemukan sekitar 25 jiwa lainnya yang masih berstatus dalam pencarian (DPO) akibat peristiwa bencana longsor Cisarua tersebut.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |