Bertemu Prabowo 4,5 Jam, Abraham Samad Desak UU KPK Hasil Revisi 2019 Dikembalikan

2 days ago 6
Abraham SamadAbraham Samad

Menit.co.id – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengungkapkan detail pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (30/1/2026).

Dalam dialog yang berlangsung cukup lama tersebut, Samad membahas secara terbuka mengenai strategi penguatan kembali lembaga antirasuah yang kini dinilai tengah mengalami penurunan kapasitas.

Samad menegaskan bahwa kelemahan yang dialami KPK saat ini bukan tanpa sebab. Ia menyampaikan pendapat tegasnya kepada Presiden bahwa kondisi tersebut adalah imbas langsung dari perubahan regulasi.

Menurutnya, revisi Undang-Undang KPK yang disahkan pada tahun 2019 telah mengikis kekuatan fundamental lembaga tersebut.

“Saya sampaikan bahwa kalau sekarang dianggap KPK melemah, itu disebabkan oleh Undang-Undang KPK yang sudah dipreteli atau direvisi pada tahun 2019. Oleh karena itu, Undang-Undang KPK harus dikembalikan lagi seperti dulu kalau kita ingin melihat KPK-nya kuat, bisa memberantas korupsi seperti dulu lagi,” ujar Abraham Samad saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu (1/2/2026).

Pertemuan tertutup itu mencakup beragam topik strategis, namun fokus utama tetap tertuju pada upaya pemberantasan korupsi yang efektif.

Dalam durasi waktu yang mencapai 4,5 jam, pembahasan tidak hanya sekadar pada prosedur internal, tetapi juga menyentuh target perbaikan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia di kancah internasional.

Samad menjelaskan bahwa agar komitmen antikorupsi Indonesia diakui dunia, langkah-langkah yang diambil harus selaras dengan mandat United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

Ia merinci setidaknya ada lima poin krusial dalam konvensi internasional tersebut yang wajib menjadi perhatian, yaitu foreign bribery (suap antarnegara), trading in influence (perdagangan pengaruh), illicit enrichment (pengayaan yang tidak sah), commercial bribery (suap komersial), serta judicial corruption (korupsi peradilan).

“Itu yang saya sampaikan kalau kita ingin serius dalam pemberantasan korupsi. Harus ada keseriusan dalam menerapkan standar internasional ini,” tegasnya.

Mengenai atmosfer pertemuan, Abraham Samad menggambarkan suasana yang berlangsung cair namun tetap penuh kehangatan dan intensitas serius.

Menariknya, diskusi panjang tersebut dinilai masih belum tuntas. Samad mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo berencana untuk melanjutkan agenda dialog ini di lokasi berbeda.

“Diskusinya itu sebenarnya belum selesai, maka Pak Prabowo menyatakan kepada kita semua bahwa diskusi ini akan dilanjutkan di Hambalang dengan melibatkan tokoh-tokoh lain,” tutup Abraham Samad.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |