
Menit.co.id – Belakangan, besaran gaji tentara Amerika menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak yang penasaran, berapa sebenarnya penghasilan prajurit Amerika Serikat yang menjadi simbol kekuatan militer dunia ini?
Amerika Serikat dikenal sebagai negara super power. Istilah super power merujuk pada negara yang memiliki kekuatan besar dan dominan di berbagai sektor, mampu memengaruhi politik global, serta memainkan peran utama dalam ekonomi dan keamanan internasional.
Selain itu, AS memiliki kekuatan militer terkuat di dunia, dengan armada lengkap di darat, laut, dan udara. Pasukan militer AS juga tersebar di berbagai pangkalan di seluruh dunia, membuat pertanyaan mengenai gaji tentara Amerika semakin menarik bagi publik.
Baru-baru ini, media sosial ramai menyoroti video seorang warga negara Indonesia (WNI) yang mengenakan seragam militer Amerika Serikat sambil berhijab. Perempuan tersebut adalah Kezia Syifa, 20 tahun, asal Tangerang, Banten, yang kini bergabung dengan Army National Guard atau Garda Nasional AS. Kezia termasuk dalam keluarga diaspora Indonesia yang menetap di Amerika Serikat.
Gaji Tentara Amerika Serikat: Rincian Lengkap
Dikutip dari Business Insider, militer AS menawarkan gaji pokok yang cukup besar, terutama bagi mereka yang naik pangkat. Namun, total paket kompensasi personel aktif biasanya jauh melebihi gaji pokok tahunan.
Seorang perwira tinggi bahkan bisa memperoleh gaji hingga 225.000 dollar AS atau sekitar Rp 3,7 miliar per tahun. Semua anggota militer aktif mengikuti skala gaji yang sama, berdasarkan peringkat dan pangkat, terlepas dari cabang tempat mereka bertugas.
Skala gaji militer dibagi menjadi dua kategori: anggota yang terdaftar (E-1 hingga E-9) dan perwira (O-1 hingga O-10). Beberapa posisi khusus, seperti operator perang siber atau instruktur senjata, bisa mendapatkan tambahan gaji 75–450 dollar AS per bulan (sekitar Rp 1,2 juta–Rp 7,5 juta).
Anggota berpangkat E-1 menerima gaji pokok sekitar 2.319 dollar AS per bulan (Rp 39 juta), biasanya tinggal di barak sehingga biaya hidup minimal. Gaji naik rutin setiap dua tahun, tergantung pangkat, evaluasi, dan cabang militer.
Seorang anggota baru di Angkatan Darat atau Korps Marinir bisa mendapatkan minimal 53.236 dollar AS (Rp 893 juta) per tahun, meningkat menjadi 82.075 dollar AS (Rp 1,3 miliar) pada tahun keempat, termasuk tunjangan dan lokasi penugasan. Perwira senior dengan 20 tahun masa dinas, seperti O-9 atau O-10, bisa menerima hingga 225.698 dollar AS (Rp 3,7 miliar) per tahun.
Tunjangan Bebas Pajak dan Bonus
Selain gaji pokok, militer AS memberikan tunjangan bebas pajak, termasuk Tunjangan Perumahan Dasar (BAH) yang meningkat sesuai pangkat, status pernikahan, dan lokasi penugasan. Anggota militer di luar negeri juga dapat tunjangan tambahan untuk mendorong penempatan di lokasi berisiko tinggi.
Bonus perekrutan digunakan untuk menarik calon anggota. Misalnya, Angkatan Darat menawarkan rata-rata 12.000 dollar AS (Rp 201 juta) hingga 50.000 dollar AS (Rp 838 juta) untuk spesialisasi kunci seperti intelijen militer atau pasukan khusus. Bonus retensi untuk perwira bisa mencapai 245.000 dollar AS (Rp 4,1 miliar) selama kontrak tujuh tahun.
Program Pensiun dan Manfaat Lain
Anggota yang mulai bertugas setelah 1 Januari 2018 otomatis masuk ke Blended Retirement System (BRS). Untuk memenuhi syarat pensiun, anggota harus menyelesaikan 20 tahun masa dinas. Pensiun dihitung dari masa dinas dikalikan 2 persen dan rata-rata gaji pokok tertinggi 36 bulan.
Selain pensiun, anggota aktif, keluarga, dan pensiunan militer menerima layanan kesehatan gratis melalui Tricare, termasuk perawatan gigi. Mereka juga menikmati berbagai keuntungan tambahan, seperti diskon di toko militer.
Dengan demikian, gaji tentara Amerika dan berbagai tunjangan serta bonus menunjukkan bahwa profesi militer di AS menawarkan kompensasi yang menarik, dari prajurit baru hingga jenderal senior, sekaligus memberikan stabilitas dan manfaat jangka panjang bagi anggotanya.

1 week ago
9














































