Tengku Dewi Ungkap Perasaan Setelah Perceraian: Rindu, Bersalah, dan Harapan untuk Anak-anak

1 week ago 9
Tengku Dewi

Menit.co.id – Aktris sekaligus pembawa acara Tengku Dewi akhirnya buka suara mengenai kondisi emosionalnya setelah resmi berpisah dari aktor Andrew Andika.

Perceraian pasangan yang terjadi pada Desember 2024 menjadi titik balik besar dalam hidupnya, terutama dalam perannya sebagai seorang ibu.

Meski telah lebih dari satu tahun menyandang status janda, Tengku Dewi mengaku masih menyimpan perasaan yang sulit diungkapkan. Ia menyebut ada rasa mengganjal yang belum sepenuhnya hilang hingga kini.

“Perasaan ngeganjel pasti ada. Aku juga sebenarnya ada perasaan mengganjal karena di ekspektasi aku, aku enggak menyangka hal ini terjadi di hidup aku,” ungkap Tengku Dewi saat menjadi bintang tamu di podcast Dapur Bincang Online, dikutip Selasa (27 Januari 2026).

Rumah tangga Tengku Dewi dan Andrew Andika berakhir setelah muncul isu perselingkuhan serta ketidakcocokan yang dianggap tak bisa diperbaiki. Keadaan ini membuat keduanya sepakat untuk mengakhiri pernikahan.

Bagi Tengku Dewi, perceraian datang di luar dugaan. Ia menuturkan bahwa kehidupan rumah tangganya terlihat normal hingga perubahan besar itu terjadi secara tiba-tiba.

“Karena aku berpikir kehidupan keluarga aku fine-fine aja, baik-baik aja. Tiba-tiba jebret, kayak life changing gitu,” ujarnya.

Perubahan mendadak tersebut sempat membuatnya terpukul dan memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan realitas baru. Wanita berusia 38 tahun ini menekankan bahwa hidup kerap berjalan jauh di luar rencana manusia. Ia merasa alur ceritanya berubah drastis dalam waktu singkat.

“Sekarang aja tiba-tiba dia sudah punya pasangan baru, ke podcast juga. Kalau dipikir kayak gila ya hidup ini, kok bisa alur ceritanya benar-benar enggak bisa kita prediksi,” kata Tengku Dewi jujur.

Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa hidup tidak selalu sesuai ekspektasi, meski seseorang merasa telah melakukan yang terbaik. Meski rasa mengganjal masih ada, Tengku Dewi menegaskan hal itu bukan karena penyesalan atas perceraian. Ia menjelaskan bahwa kekhawatirannya lebih kepada perasaan anak-anaknya.

“Yang ngeganjel itu bukan penyesalan aku cerai sama dia, tapi lebih ke perasaan anak-anak,” ujarnya.

Sebagai seorang ibu, Tengku Dewi memiliki harapan besar agar anak-anaknya tumbuh dengan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua. Namun, kenyataan yang harus ia hadapi kini berbeda dari yang diinginkan.

“Aku maunya anak itu benar-benar mendapatkan kasih sayang dari dua orang tua yang lengkap,” jelasnya.

Ia mengaku kerap mempertanyakan keputusan sendiri, muncul rasa bersalah saat membayangkan anak-anaknya tumbuh tanpa kehadiran kedua orang tua setiap hari.

“Kadang aku suka pertanyakan, ‘apakah gue salah ngambil keputusan ini? Akhirnya anak-anak gue cuma dapat kasih sayang dari ibunya aja,’” ucap Tengku Dewi lirih.

Perasaan itu muncul bukan untuk kembali ke masa lalu, melainkan bentuk kekhawatiran alami seorang ibu terhadap masa depan anak-anaknya. Meski demikian, seiring waktu, Tengku Dewi mulai belajar menerima keadaan. Ia mencoba berdamai dengan dirinya sendiri dan melihat hidup dari perspektif yang lebih ikhlas.

“Seiring berjalannya waktu, aku merasa memang hidup ini kita bisa berencana. Tapi aku percaya kalau misalnya enggak sesuai alurnya, pasti Tuhan punya jawaban yang lebih baik buat aku,” tuturnya.

Keyakinan ini perlahan membantunya bangkit dan melangkah maju, meski luka batin belum sepenuhnya sembuh. Saat ini, Tengku Dewi lebih fokus pada perannya sebagai ibu dan membangun masa depan yang lebih baik untuk dirinya dan anak-anak. Ia berupaya menciptakan lingkungan penuh cinta meski kondisi keluarga berbeda dari sebelumnya.

Ia berharap anak-anaknya tetap merasakan kasih sayang dari kedua orang tua, walau tidak lagi tinggal dalam rumah tangga utuh.

“Aku cuma berharap ke depan semuanya membawa kebaikan, buat aku dan anak-anak,” pungkas Tengku Dewi.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |