Bashar Al Assad Divonis Mati, Kejahatan di Daraa Jadi Sorotan

7 hours ago 2

RAKYAT MERDEKA — Nama Bashar Al Assad kembali menjadi sorotan usai pengadilan Suriah menjatuhkan vonis hukuman mati terhadapnya. Putusan tersebut berkaitan dengan kejahatan yang terjadi selama konflik panjang di negara tersebut.

Pengadilan Kriminal Damaskus menjatuhkan vonis kepada Assad pada Selasa (11/8). Pengadilan memproses perkara tersebut tanpa kehadiran Assad karena mantan presiden Suriah itu kini berada di luar negeri.

Bukan hanya Assad, pengadilan juga menjatuhkan hukuman mati kepada Atef Najib. Ia pernah menjabat sebagai kepala keamanan politik di Provinsi Daraa.

Pengadilan menyatakan Assad terbukti melakukan pembunuhan berencana. Sementara itu, Najib dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana dan penyiksaan.

Putusan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam proses hukum terhadap sejumlah tokoh dari pemerintahan Assad. Konflik Suriah sendiri telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menewaskan serta memaksa jutaan orang meninggalkan tempat tinggal mereka.

Kejahatan di Daraa Jadi Bagian Perkara

Kasus yang menjerat Assad berkaitan dengan tindakan aparat pemerintah terhadap warga di Provinsi Daraa. Wilayah tersebut berada di bagian selatan Suriah dan menjadi salah satu titik awal pemberontakan terhadap pemerintahan Assad.

Gelombang demonstrasi muncul di Daraa pada 2011. Warga turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan politik dan menentang pemerintahan Assad.

Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi protes di berbagai wilayah Suriah. Pemerintah Assad merespons demonstrasi dengan tindakan keras.

Situasi semakin memburuk ketika aparat mengepung sejumlah wilayah. Bentrokan kemudian terjadi antara pasukan pemerintah dan kelompok yang menentang rezim.

Sebagian kelompok oposisi akhirnya mengangkat senjata. Konflik pun berkembang menjadi perang sipil yang berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Pengadilan dalam putusan terbarunya menyebut tindakan pemerintahan Assad di Daraa pada 2011 sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Provinsi tersebut memiliki posisi penting dalam sejarah konflik Suriah. Demonstrasi yang awalnya berlangsung secara lokal kemudian berkembang menjadi gerakan yang mengguncang pemerintahan Assad.

Konflik juga menarik keterlibatan berbagai kelompok bersenjata dan kekuatan asing. Kondisi tersebut membuat perang Suriah menjadi semakin kompleks.

Assad Digulingkan Setelah 24 Tahun Berkuasa

Bashar Al Assad memimpin Suriah selama sekitar 24 tahun. Ia menggantikan ayahnya, Hafez Al Assad, yang sebelumnya memimpin negara tersebut selama puluhan tahun.

Kekuasaan Assad berakhir pada Desember 2024. Koalisi kelompok pemberontak yang dipimpin Ahmed Al Sharaa berhasil memasuki Damaskus dan mengambil alih sejumlah fasilitas pemerintahan.

Keberhasilan tersebut membuat Assad kehilangan kekuasaan. Ia kemudian meninggalkan Suriah bersama keluarganya.

Assad akhirnya berada di Moskow, Rusia. Negara tersebut merupakan salah satu sekutu terdekat pemerintahan Assad selama perang berlangsung.

Kepergian Assad membuat pemerintahan baru mengambil alih kendali negara. Setelah perubahan kekuasaan, berbagai pihak mulai mendorong proses hukum terhadap tokoh-tokoh yang dianggap bertanggung jawab atas kejahatan selama konflik.

Vonis terhadap Assad dan Najib menjadi salah satu langkah penting dalam proses tersebut.

Namun, pelaksanaan hukuman terhadap Assad menghadapi persoalan karena ia tidak berada di Suriah. Mantan presiden itu kini berada di Rusia sehingga aparat Suriah harus menghadapi persoalan hukum dan diplomatik jika ingin mengeksekusi putusan tersebut.

Sementara itu, keputusan pengadilan kembali membuka perhatian terhadap perjalanan panjang konflik Suriah. Perang yang bermula dari aksi demonstrasi pada 2011 telah mengubah kondisi politik dan sosial negara tersebut secara drastis.

Vonis terbaru juga menunjukkan bahwa proses hukum terhadap tokoh dari pemerintahan lama masih terus berjalan setelah jatuhnya rezim Assad.

Bagi banyak warga Suriah, proses tersebut menjadi bagian dari upaya mencari pertanggungjawaban atas berbagai kekerasan yang terjadi selama perang. Namun, pelaksanaan keputusan pengadilan terhadap Assad masih bergantung pada keberadaan sang mantan presiden di Rusia.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |