Video Chindo Adidas Viral 8 Detik di TikTok: Waspada Link Berbahaya

19 hours ago 5
Chindo Adidas

Menit.co.id – Baru-baru ini, video singkat berdurasi delapan detik yang menampilkan seorang wanita dengan julukan chindo adidas menjadi viral di TikTok dan X.

Fenomena ini memicu lonjakan pencarian besar-besaran, karena banyak pengguna penasaran dengan isi video yang dikaitkan dengan kontroversi tersebut.

Tren ini tidak hanya ramai diperbincangkan, tetapi juga menimbulkan risiko keamanan siber yang harus diwaspadai.

Platform TikTok dan X (sebelumnya Twitter) kembali digemparkan oleh meningkatnya pencarian terkait chindo adidas pada akhir Februari 2026.

Ribuan pengguna berburu tautan video viral, terdorong oleh reaksi ambigu para kreator konten yang memancing rasa ingin tahu publik.

Lonjakan ini ternyata juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan berbahaya.

Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa sebagian besar tautan yang mengaku berisi video tersebut adalah jebakan phishing dan malware.

Apa Isi Video Chindo Adidas Viral?

Video chindo adidas sendiri diklaim sebagai rekaman amatir yang menampilkan sosok keturunan Tionghoa-Indonesia mengenakan pakaian olahraga merek Adidas dalam situasi kontroversial.

Namun, fakta menunjukkan bahwa keberadaan video asli sulit diverifikasi. Mayoritas konten yang muncul di For You Page (FYP) TikTok hanyalah clickbait, berupa tangkapan layar buram, video hasil suntingan AI, atau video reaksi palsu yang dirancang untuk memicu interaksi di kolom komentar.

Lonjakan pencarian video ini dipicu oleh fenomena psikologis Fear of Missing Out (FOMO) dan mekanika algoritma media sosial modern.

TikTok memprioritaskan konten dengan interaksi tinggi, sehingga ratusan pengguna yang mengetikkan pertanyaan terkait video meningkatkan popularitas kata kunci chindo adidas secara signifikan, membuatnya muncul di rekomendasi jutaan pengguna lain.

Para pemburu engagement kemudian memanfaatkan kata kunci ini untuk meningkatkan tayangan profil mereka, meskipun video sebenarnya tidak tersedia.

Data analitik kuartal pertama 2026 menunjukkan ribuan kueri per jam terkait video viral ini. Analisis sentimen di X mengindikasikan polarisasi: sebagian besar pengguna mengejar tautan video, sementara komunitas warganet mulai memberikan edukasi mengenai bahaya phishing dan malware yang tersebar.

Eksploitasi kata kunci viral telah menjadi industri gelap tersendiri di dunia digital. Pelaku membuat akun palsu untuk mengunggah bait video, menyematkan tautan shortlink yang mengarah ke situs berisi iklan agresif, atau file APK berbahaya.

Pengguna yang mengklik tautan tersebut berisiko terkena phishing, pencurian data pribadi, atau instalasi APK tanpa izin yang dapat memberi peretas akses penuh ke ponsel.

Kerugian finansial akibat peretasan mobile banking yang bermula dari klik tautan viral telah meningkat di Indonesia.

Selain risiko teknis, pengguna yang menyebarkan konten bermuatan asusila berhadapan dengan konsekuensi hukum berdasarkan UU ITE Nomor 1 Tahun 2024.

Pasal 27 ayat (1) mengancam pidana penjara hingga 6 tahun dan/atau denda hingga Rp 1 miliar bagi individu yang menyebarkan konten asusila melalui internet.

Untuk mengurangi risiko, pengguna dianjurkan:

  1. Abaikan tautan mencurigakan dari komentar, DM, atau bio akun tidak terpercaya.
  2. Perkuat filter pencarian konten di TikTok untuk menyaring kata kunci berisiko.
  3. Cek URL secara mandiri menggunakan layanan pihak ketiga seperti VirusTotal.
  4. Blokir instalasi dari sumber tidak resmi di pengaturan ponsel.
  5. Laporkan konten spam ke moderator platform untuk diblokir.

Selain langkah teknis, membangun literasi digital menjadi solusi jangka panjang. Pengguna harus mengembangkan daya nalar kritis sebelum mengonsumsi dan menyebarkan informasi.

Fokus pada konten edukatif dan sumber terverifikasi akan membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.

Fenomena video chindo adidas menjadi bukti bagaimana FOMO dieksploitasi oleh oknum untuk keuntungan sepihak. Di balik rasa penasaran publik, tersembunyi risiko pencurian data, infeksi malware, dan jerat hukum.

Kesadaran untuk menahan diri dari klik tautan sembarangan dan memperkuat filtrasi informasi adalah pertahanan utama dalam menjaga keamanan siber di tahun 2026.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |