Menit.co.id – Fulham akhirnya memutus tren negatif setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Sunderland dalam pertandingan Sunderland vs Fulham di Stadium of Light, Minggu (22/2).
Hasil ini sekaligus mengakhiri rentetan tiga kekalahan beruntun yang menimpa tim asuhan Marco Silva. Kemenangan ini sekaligus menunjukkan bangkitnya Fulham setelah periode hasil minor, menjadikan laga Sunderland vs Fulham sorotan utama pekan ini.
Babak pertama berjalan cukup ketat, dengan kedua tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Namun, tempo meningkat drastis pada babak kedua. Semua gol dalam pertandingan ini tercipta di paruh kedua, di tengah intensitas permainan yang tinggi dan saling jual beli serangan.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-54 melalui Raul Jimenez. Penyerang asal Meksiko ini berhasil memecah kebuntuan lewat sundulan terukur memanfaatkan umpan tendangan sudut dari Alex Iwobi. Momentum ini menandai perubahan signifikan dalam jalannya Sunderland vs Fulham.
Tujuh menit kemudian, Jimenez kembali mencetak gol lewat eksekusi penalti yang tenang setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran Brian Brobbey terhadap Calvin Bassey. Gol kedua ini semakin menegaskan reputasi Jimenez sebagai spesialis penalti. Statistik mencatat, ia kini berhasil mengonversi seluruh 13 penalti sepanjang kariernya di Liga Primer Inggris.
Sunderland yang kembali diperkuat Granit Xhaka setelah pulih dari cedera, sempat menebar ancaman lewat gol penalti Enzo Le Fee. Gol ini sempat memberi harapan bagi publik tuan rumah untuk membalikkan keadaan.
Namun, harapan itu pupus ketika Harry Wilson menunjukkan aksi individu gemilang. Wilson menembus pertahanan lawan dan memberikan umpan matang kepada Iwobi. Iwobi yang tampil dominan sepanjang pertandingan, dengan tiga peluang kunci tercipta, menuntaskan laga dengan gol penentu kemenangan 3-1 bagi tim tamu, sekaligus menutup pertandingan Sunderland vs Fulham.
Secara statistik, pertandingan berlangsung ketat. Fulham memiliki 1,87 expected goals (xG), sedikit unggul dari Sunderland dengan 1,82 xG. Masing-masing tim melepaskan 12 tembakan, namun efisiensi penyelesaian menjadi pembeda utama di laga ini.
Kemenangan ini membawa Fulham kembali menempati posisi sepuluh besar klasemen sementara Liga Primer Inggris. Sementara Sunderland, harus menelan tiga kekalahan beruntun, menjadi pukulan berat bagi tim yang bermain di Stadium of Light.
Manajer Regis Le Bris mengaku kecewa atas hasil ini, namun mengakui performa timnya kurang maksimal. “Pertandingan seimbang, momen krusial menentukan hasil. Kami memiliki peluang sebelum gol mereka, tapi momentum berbalik. Tendangan bebas dan sudut sangat menentukan, dan hari ini kami tidak cukup baik,” kata Le Bris kepada Sky Sports.
“Babak pertama lambat, penguasaan bola tidak optimal, kadang ceroboh. Kedua tim memiliki peluang, ini pertandingan ketat. Pemain kecewa, wajar setelah kalah. Sebagai tim promosi, situasi ini biasa. Tapi karakter tim terlihat dari reaksi kami,” tambahnya.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

21 hours ago
6















































