Skandal Penipuan AI iLearning Engines, Pendiri Didakwa Rugikan Investor Triliunan Rupiah

1 day ago 22
Penipuan AI iLearning Engines

Menit.co.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang melesat dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya membawa inovasi di berbagai sektor, tetapi juga membuka celah baru bagi praktik penipuan berskala besar.

Salah satu kasus yang mencuat adalah dugaan skandal yang melibatkan perusahaan teknologi iLearning Engines, yang dalam waktu singkat berhasil mengklaim valuasi pasar hingga sekitar USD 1,5 miliar atau setara Rp 25 triliun.

Berdasarkan pernyataan resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat, perusahaan tersebut diduga kuat telah memanipulasi hampir seluruh informasi bisnisnya sejak Januari 2019.

iLearning yang mengklaim diri sebagai “platform AI siap pakai” (out-of-the-box) disebut tidak memiliki fondasi bisnis yang sesuai dengan narasi yang mereka bangun kepada publik dan investor.

Otoritas hukum AS menetapkan pendiri sekaligus CEO iLearning, Puthugramam “Harish” Chidambaran, serta CFO Sayyed Farhan Ali “Farhan” Naqvi sebagai pihak yang terlibat dalam konspirasi kejahatan finansial.

Keduanya menghadapi berbagai dakwaan, termasuk penipuan sekuritas dan penipuan berbasis transaksi elektronik.

Pemerintah federal menuduh bahwa kedua eksekutif tersebut memanfaatkan euforia pasar terhadap perkembangan AI untuk menarik minat investor.

Mereka diduga menyajikan prospek keuangan yang terlihat sangat menjanjikan, namun pada kenyataannya dibangun di atas data dan klaim yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa meskipun iLearning dipasarkan sebagai solusi revolusioner di bidang pelatihan dan pendidikan berbasis teknologi, sebagian besar elemen penting seperti pelanggan dan pendapatan perusahaan ternyata tidak sesuai fakta. Banyak dari data tersebut diduga merupakan hasil rekayasa.

Chidambaran ditangkap di wilayah Maryland, sementara Naqvi diamankan di California. Keduanya dituding memperoleh keuntungan pribadi dalam jumlah besar melalui gaji, bonus, serta penjualan saham perusahaan.

Dalam catatan investigasi, Chidambaran disebut menerima lebih dari USD 500 juta dalam bentuk saham biasa, ditambah gaji sekitar USD 700.000 pada periode 2023 hingga 2024, serta sekitar USD 12,5 juta dalam bentuk saham terbatas.

Skala dugaan penipuan ini dinilai sangat besar oleh otoritas. Pada tahun 2023 saja, keduanya dilaporkan mencatat pendapatan hingga USD 421 juta yang diklaim berasal dari lisensi teknologi berbasis AI yang dijual kepada sejumlah klien korporat.

Namun hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pendapatan tersebut diduga kuat telah dilebih-lebihkan melalui jaringan kontrak fiktif yang melibatkan entitas yang tidak benar-benar menjadi pelanggan aktif.

Dengan struktur manipulasi yang kompleks, perusahaan tersebut berhasil menciptakan ilusi pertumbuhan yang agresif di mata investor.

Narasi inilah yang kemudian digunakan untuk mengerek valuasi perusahaan hingga mencapai level miliaran dolar sebelum akhirnya terungkap ke publik.

Sementara itu, laporan dari The Hill yang mengutip FBI menunjukkan bahwa kasus penipuan terkait teknologi berbasis kecerdasan buatan terus meningkat secara signifikan.

Dalam laporan kejahatan internet tahun 2025, terdapat lebih dari 22.000 pengaduan yang berkaitan dengan penipuan yang mengatasnamakan teknologi AI, dengan estimasi kerugian mencapai sekitar USD 900 juta. Angka ini meningkat sekitar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kasus iLearning Engines kini menjadi salah satu contoh terbesar bagaimana euforia terhadap teknologi baru dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ilegal.

Otoritas AS masih terus melakukan investigasi lanjutan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam skema tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |