Menit.co.id – Kiper muda Belgia, Senne Lammens, akhirnya resmi menjadi bagian dari skuad Manchester United pada bursa transfer musim panas 2025.
Namun, keberhasilan ini bukanlah hasil instan. Sejak enam tahun silam, Lammens sudah masuk dalam radar pengamatan klub raksasa Inggris tersebut.
Perjalanan panjang ini menunjukkan kesabaran, pengamatan mendalam, dan keyakinan klub terhadap bakat luar biasa yang dimiliki sang kiper.
Tony Coton, kepala pemandu bakat kiper Manchester United, mengungkapkan bahwa pemantauan terhadap Lammens dimulai sejak tahun 2019.
Saat itu, Lammens masih bermain untuk Tim Nasional Belgia U-17 dan dinilai belum siap untuk melangkah ke level profesional yang lebih tinggi.
“Lammens pertama kali masuk radar saya di tahun 2019. Saya melihatnya ketika bermain untuk Timnas Belgia U-17, tapi kami merasa waktu itu belum tepat untuk merekrutnya,” ujar Coton.
Ia menambahkan bahwa Lammens saat itu masih mentah dan perlu pengalaman lebih banyak sebelum siap menghadapi tekanan di klub besar.
Meski Coton sempat meninggalkan Manchester United untuk bergabung dengan Aston Villa, tim pemandu bakat tetap melanjutkan observasi terhadap perkembangan Lammens.
Begitu Coton kembali, ia kembali menaruh perhatian lebih pada kiper muda tersebut. Observasi ini membuahkan hasil ketika Lammens menunjukkan perkembangan signifikan saat bermain di Brugge dan kemudian di Antwerp.
Coton mengakui bahwa begitu Lammens berhasil menembus tim utama, tidak ada keraguan lagi mengenai potensinya. “Ketika dia berhasil menembus tim utama, itu hanya masalah berapa lama kami harus menunggu,” kata Coton.
Salah satu kualitas yang membuat Senne Lammens menonjol adalah antusiasmenya dalam menjaga gawang. Menurut Coton, Lammens memiliki dorongan alami untuk melindungi gawangnya dengan sepenuh hati.
“Saya melihat seseorang yang sangat suka melindungi gawangnya, mempertahankan gawangnya,” jelas Coton.
Mentalitas ini semakin terlihat ketika Lammens menunjukkan ketidakpuasan saat kebobolan, menandakan mental kompetitif yang tinggi dan kemauan kuat untuk memperbaiki performa tim.
Dari sisi fisik, Lammens juga dinilai unggul untuk usianya yang baru 23 tahun. Selain kekuatan fisik, aspek penguasaan bola menjadi perhatian utama.
Dalam era modern, kiper tidak hanya dituntut untuk menepis bola, tetapi juga mampu terlibat dalam permainan dari lini belakang.
Lammens disebut memenuhi kriteria ini, menunjukkan bahwa ia tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan kecerdasan taktis yang dibutuhkan Manchester United.
Keputusan klub untuk merekrut Senne Lammens akhirnya terwujud pada akhir bursa transfer musim panas 2025, ketika ia ditebus dari Antwerp dengan biaya 21 juta Euro atau setara Rp 417 miliar.
Lammens menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, memberikan sinyal bahwa Manchester United menaruh kepercayaan penuh pada potensi jangka panjangnya.
Dengan kontrak ini, kiper muda asal Belgia tersebut memiliki kesempatan untuk menancapkan namanya sebagai salah satu penjaga gawang andalan Setan Merah.
Sejauh ini, penampilan Lammens di Old Trafford cukup memuaskan para penggemar dan manajemen klub. Adaptasinya terhadap tekanan Liga Inggris berjalan baik, dan ia menunjukkan mental juara yang selama ini diharapkan.
Coton pun menegaskan bahwa perjalanan karier Lammens masih panjang, dan dengan disiplin serta kerja keras, kiper ini memiliki kesempatan besar untuk menjadi ikon baru di posisi kiper Manchester United.
Keberhasilan Senne Lammens juga menjadi bukti pentingnya pemantauan jangka panjang dalam dunia sepak bola modern. Tidak semua pemain muda yang menjanjikan bisa langsung sukses di klub besar.
Proses pengamatan, evaluasi, dan pengembangan karakter menjadi kunci agar bakat seperti Lammens dapat mekar dengan maksimal. Mentalitas, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi menjadi kombinasi yang membawa pemain muda ini ke level berikutnya.
Kini, para penggemar Manchester United menantikan babak baru dalam karier Senne Lammens. Setiap penampilan di lapangan tidak hanya menunjukkan kemampuan individu, tetapi juga menegaskan keputusan klub yang telah menunggu dengan sabar selama enam tahun untuk mendapatkan kiper berbakat ini.
Dengan dukungan manajemen, pelatih, dan rekan satu tim, perjalanan Lammens di Old Trafford diprediksi akan semakin gemilang, membuka peluang bagi sang kiper untuk menorehkan sejarah baru bersama Setan Merah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

12 hours ago
7

















































